Jumat, 8 Mei 2026

Berita Bengkulu

BKN Bagikan Tips Hadapi Tes CAT Koperasi Merah Putih 2026, Jangan Panik Saat Ujian

BKN mengimbau peserta CAT KDKMP-KNMP 2026 tetap tenang dan fokus agar dapat mengerjakan soal optimal.

Tayang:
Panji Destama/TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
KOPERASI - Peserta seleksi calon pegawai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 saat menunggu giliran di UPT BKN Bengkulu, Jalan WR Supratman, Kelurahan Pematang Gubernur, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kamis (7/5/2026). BKN mengimbau peserta CAT KDKMP-KNMP 2026 tetap tenang dan fokus agar dapat mengerjakan soal optimal. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengimbau peserta seleksi calon pegawai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 agar tidak panik saat mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT).

Hingga hari keempat pelaksanaan seleksi, tercatat sebanyak 140.211 peserta telah mengikuti tes dari total 483.648 pelamar yang lolos ke tahap seleksi pengadaan sumber daya manusia program tersebut.

Sementara itu, jumlah pendaftar Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden mencapai 487.819 orang.

Dalam pelaksanaan tes CAT, peserta menghadapi dua jenis ujian utama, yakni Tes Potensi Kognitif dan Tes Substansi Manajemen.

Tes Potensi Kognitif dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir serta kecepatan kerja peserta dalam menyelesaikan soal secara tepat dalam waktu terbatas.

BKN menyebut sistem soal dibuat untuk menilai kemampuan peserta dalam memproses informasi dan menentukan jawaban secara akurat sehingga dibutuhkan strategi pengerjaan yang efektif.

“Peserta diharapkan tetap fokus dan tidak panik selama ujian berlangsung,” demikian keterangan rilis BKN, Jumat (8/5/2026).

BKN juga memastikan sarana dan infrastruktur teknologi telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan tes secara masif dan serentak di berbagai daerah.

Meski demikian, BKN mengakui masih terdapat sejumlah dinamika di lapangan, terutama terkait durasi pengerjaan soal yang dianggap menjadi tantangan bagi peserta.

Karena itu, peserta diminta menghindari kebiasaan mengklik jawaban secara berulang saat sistem sedang memproses data.

BKN menjelaskan setiap jawaban yang telah diklik simpan otomatis masuk ke pangkalan data.

Apabila tampilan jawaban pada layar terlihat berubah atau belum sesuai, hal itu disebut bukan karena sistem mengganti jawaban peserta, melainkan akibat jeda proses jaringan saat akses sedang padat.

Selain itu, peserta juga diminta memberi waktu jeda agar sistem dapat menyelesaikan proses pengiriman jawaban ke server dengan optimal.

BKN memastikan waktu pengerjaan tidak akan terus berjalan ketika proses pengiriman jawaban masih berlangsung sehingga peserta tidak dirugikan.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved