Minggu, 7 Juni 2026

Berita Bengkulu

Puluhan Wali Murid Padati Dikbud Bengkulu, DPRD Minta Pendaftaran SPMB Diperpanjang

Puluhan wali murid memadati Dikbud Bengkulu akibat kendala SPMB online, DPRD minta pendaftaran diperpanjang.

Tayang:
TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
DPRD BENGKULU - Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnai saat diwawancarai TribunBengkulu.com, di Panti Sosial Sasana Tresna Werdha Provinsi Bengkulu, Selasa (26/5/2026). DPRD Bengkulu meminta pendaftaran SPMB 2026 diperpanjang agar calon siswa yang terkendala sistem tetap mendapat kesempatan. 

Namun, sejumlah calon peserta didik masih mengalami hambatan saat login atau verifikasi data karena dokumen yang diunggah tidak sesuai dengan ketentuan.

"Sampai tadi malam sistem masih lancar dan terkendali dengan baik. Kalau ada yang mengalami kendala login, sebagian besar karena data atau dokumen yang diunggah tidak sesuai dengan persyaratan," kata Zulhendri.

Ia menjelaskan, salah satu kendala yang sering ditemukan berasal dari jalur prestasi.

Beberapa peserta mengunggah sertifikat yang tidak terdaftar atau tidak diakui oleh Pusat Prestasi Nasional sehingga sistem secara otomatis menolak dokumen tersebut.

Selain itu, pada jalur afirmasi juga ditemukan ketidaksesuaian dokumen pendukung, seperti data kartu Program Keluarga Harapan (PKH) dan dokumen lainnya yang tidak memenuhi syarat verifikasi.

"Kalau dokumennya tidak sesuai, sistem tentu akan menolak. Karena itu kami sejak awal sudah mengingatkan masyarakat untuk mengisi data sesuai dokumen yang dimiliki," ujar Zulhendri.

Zulhendri juga membantah adanya dugaan permainan atau intervensi dalam proses penerimaan siswa baru.

Menurutnya, seluruh tahapan telah berjalan sesuai aturan dan diawasi secara ketat.

Ia mengaku sempat kecewa dengan sejumlah pemberitaan yang menyebut banyaknya masalah dalam sistem tanpa terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada pihak penyelenggara.

"Kami sudah berupaya memberikan pelayanan terbaik dan melakukan sosialisasi sejak awal. Tidak ada permainan dalam proses ini. Semua berjalan sesuai mekanisme yang berlaku," tegas Zulhendri.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu juga mengingatkan seluruh panitia di sekolah agar tetap waspada terhadap kemungkinan adanya pihak ketiga yang mencoba memanfaatkan proses penerimaan siswa baru.

Zulhendri memastikan hingga saat ini belum ditemukan indikasi praktik percaloan maupun intervensi dalam pelaksanaan SPMB 2026.

"Kami terus mengingatkan seluruh panitia agar berhati-hati dan menjaga integritas pelaksanaan SPMB sampai seluruh tahapan selesai," tutup Zulhendri.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved