Selasa, 9 Juni 2026

Peringatan Dini BMKG

Peringatan Gelombang Tinggi 8-9 Juni 2026 di Perairan Bengkulu, Nelayan Diminta Waspada

Gelombang tinggi hingga 3,2 meter diperkirakan terjadi di perairan Bengkulu pada 8-9 Juni 2026.

Tayang:
TribunBengkulu.com/Dok Pemkot Bengkulu
PANTAI PANJANG - Tampak udara Pantai Panjang Bengkulu. Gelombang tinggi hingga 3,2 meter diperkirakan terjadi di perairan Bengkulu pada 8-9 Juni 2026. 

Ringkasan Berita:
  1. Gelombang di perairan Bengkulu diperkirakan mencapai 3,2 meter.
  2. Cuaca didominasi hujan petir pada 8-9 Juni 2026.
  3. Kecepatan angin berkisar 12 hingga 13 knot.
  4. BMKG menyebut gelombang dipicu pola angin di wilayah selatan Indonesia.
  5. BMKG meminta masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran waspada.

 

TRIBUNBENGKULU.COM - Gelombang tinggi diperkirakan terjadi di perairan Bengkulu pada 8-9 Juni 2026.

Nelayan dan masyarakat pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca laut berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang di perairan Bengkulu pada Senin (8/6/2026) berkisar antara 2,8 meter hingga 3,2 meter dengan status tinggi.

Puncak gelombang diperkirakan terjadi pada pukul 15.00 WIB yang mencapai 3,2 meter.

Sementara itu, kondisi cuaca didominasi hujan petir dengan suhu berkisar 28 hingga 29 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 82 persen.

Kecepatan angin tercatat berkisar 12 hingga 13 knot dengan arah dominan dari timur hingga tenggara.

Sedangkan arus laut bergerak ke arah barat hingga barat daya dengan kecepatan mencapai 1,4 knot.

Pada Selasa (9/6/2026), tinggi gelombang diperkirakan masih berada di kisaran 2,1 meter hingga 2,9 meter.

Meski mulai menurun pada sore hingga malam hari dengan status sedang, cuaca hujan petir masih diprakirakan terjadi sepanjang hari.

Keterangan BMKG

Plt Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agie Wandala Putra, mengatakan fenomena ini perlu diwaspadai oleh masyarakat pesisir serta pelaku pelayaran karena berpotensi mengganggu aktivitas di laut.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Banda," kata dia, Rabu (3/6/2026), dikutip Kompas.

Menurut BMKG, peningkatan tinggi gelombang dipicu oleh pola angin yang bergerak cukup kuat di wilayah Indonesia bagian selatan.

Angin tersebut bertiup secara konstan dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 6 hingga 25 knot.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved