Senin, 8 Juni 2026

Berita Bengkulu

Dolar AS Meroket, Perajin Tempe di Bengkulu Pilih Kurangi Berat daripada Naikkan Harga

Perajin tempe di Bengkulu memilih mengurangi berat produk akibat harga kedelai yang terus naik.

Tayang:
TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
PERAJIN TEMPE - Perajin tempe di Suka Merindu, Kota Bengkulu membersihkan kacang kedelai untuk diolah menjadi tempe, Senin (8/6/2026). Kenaikan harga kedelai membuat perajin mengurangi berat produk dan menyesuaikan strategi penjualan. 

Ringkasan Berita:
  1. Pelemahan rupiah mulai dirasakan pelaku usaha tempe di Bengkulu.
  2. Harga kedelai naik hingga Rp50 ribu per karung.
  3. Perajin tempe memilih mengurangi berat produk.
  4. Produksi tempe turun dari 12 menjadi 6-8 karung per hari.
  5. Keuntungan usaha disebut tinggal sekitar 30 persen.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan pelaku usaha kecil di Kota Bengkulu.

Saat ini nilai rupiah terhadap dolar sudah di angka Rp18.184 per dolar Amerika Serikat.

Salah satu dampaknya dirasakan pelaku usaha tempe, di mana mereka harus menghadapi kenaikan harga kedelai sebagai bahan baku utama produksi.

Salah satu tempat usaha tempe di Suka Merindu, Kota Bengkulu, milik Yuneni Wulandari, tampak seperti biasa memproduksi puluhan kilogram tempe untuk dipasarkan.

Sekitar pukul 09.00 WIB, para pekerja di tempat Yuneni sudah mulai menghidupkan keran air untuk mencuci puluhan kilogram kacang kedelai.

Air yang mengalir itu ditampung di dalam ember yang berisikan kacang kedelai untuk dicuci bersih.

Berkali-kali kacang kedelai ini dicuci hingga bersih lalu dikeringkan, kemudian kacang kedelai yang sudah bersih dimasukkan ke dalam plastik yang sudah disiapkan.

Harga Kedelai Naik

Yuneni Wulandari mengaku saat ini harga kacang kedelai yang dibelinya mengalami kenaikan dalam satu bulan terakhir.

Menurut Yuneni, kenaikan harga mencapai Rp20 ribu hingga Rp50 ribu per karung berisi 50 kilogram.

“Biasanya harga kedelai sekitar Rp800 ribu per karung. Sekarang sudah mencapai Rp850 ribu per karung,” kata Yuneni saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (8/6/2026).

Ia menjelaskan, harga kedelai terus mengalami kenaikan dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Kondisi tersebut memaksa pelaku usaha untuk mencari berbagai cara agar usaha tetap bertahan di tengah meningkatnya biaya produksi.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved