Senin, 8 Juni 2026

Berita Bengkulu

Cegah Keracunan! Dinkes Bengkulu Latih Pengelolah dan Penjamah Pangan dapur MBG

Dinkes Provinsi Bengkulu doronga pembuatan SLHS untuk dapur MBG, guna jamin keamanan makanan.

Tayang:
Panji Destama/TribunBengkulu.com
KEPALA DINAS KESEHATAN - Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Edriwan Mansyur, saat diwawancarai di Kantor Gubernur Bengkulu, Jumat (17/10/2025). Dinkes Provinsi Bengkulu doronga pembuatan SLHS untuk dapur MBG, guna jamin keamanan makanan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Antisipasi keracunan makan bergizi gratis (MBG) untuk para siswa, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, latih pengelola dan Penjamah Pangan bagi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu dikatakan Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Edriwan Mansyur pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) soal menjamin makanan ini tetap aman dan bergizi.

“Baru-baru ini kita sudah berkoordinasi dengan BGN, kita juga sudah melakukan pelatihan pengelola dan Penjamah Pangan bagi dapur MBH lebih kurang 1.000 orang yang ikut,” ungkap Edriwan saat diwawancarai, Jumat (17/10/2025) pukul 11.13 WIB.

Setiap dapur MBG harus memiliki Surat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS), di Provinsi Bengkulu sudah ada 44 dapur MBG yang saat ini SLHSnya sedang berproses.

Baca juga: Langkah SPPG Muara Dua Bengkulu Antisipasi Keracunan MBG di Sekolah, Hindari Menu Mi-Bakso

Ke depan ia juga meminta dapur MBG untuk membuat SLHS, agar makanan yang nanti disajikan keamanan makanan terjamin.

“Saat ini kita sudah ada 44 dapur MBG, kedepan juga akan bertambah diharapkan dapur MBG yang baru juga mengurus SLHS untuk menjamin makananya aman,” tutur Edriwan.

Edriwan juga menjelaskan, untuk dapur MBG dan SPPG di Kabupaten Lebong saat ini masih dalam tahap evaluasi.

Pihaknya juga mendoronga SPPG yang lain untuk segera mengurus SLHS, pihaknya juga bergerak cepat untuk mengurus sertifikan ini termasuk memberikan pelatihan.

“Kalau yang di Lebong sedang tahap evaluasi, sementara yang lain sedang kita dorong untuk SLHS termasuk pelatihan jaminan keamanan makanan,” jelas Edriwan.

Edriwan juga nantinya akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk mengaktifkan kembali UKS di setiap sekolah.

Tujuannya untuk siswa dan guru dapat mengetahui makanan yang masuk ke sekolah ini keamanan dan gizinya terjamin atau tidak.

“Kita juga nanti akan mengaktifkan kembali UKS di sekolah untuk dapat memantau dan mengetahui makanan yang masuk ke sekolah,” tutup Edriwan.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved