Senin, 8 Juni 2026

Kasus Perdagangan Orang di Bengkulu

4 Warga Bengkulu Terjebak Perusahaan Scam dan Judol di Kamboja, Pemprov Turun Tangan Gandeng KP2MI

Warga Kota Bengkulu terjebak perusahaan Scam dan judi online di Kamboja, Pemprov Koordinasi dengan KP2MI.

Tayang:
Panji Destama/TribunBengkulu.com
KEPALA DINAS - Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu, Syarifudin saat diwawancarai, di Kantor Disnakertrans Bengkulu, Kota Bengkulu, Jumat (31/10/2025). Warga Kota Bengkulu terjebak perusahaan Scam dan judi online di Kamboja , Pemprob Koordinasi dengan KP2MI. 

Ringkasan Berita:
  • Empat warga Kota Bengkulu yang terjebak di perusahaan scam dan judi online di Kamboja ini minta dipulangkan ke Indonesia.
  • Disnakertrans Provinsi Bengkulu sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kementerian P2MI/KP2MI).
  • Untuk 4 orang warga Kota Bengkulu tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan terus memantau kepulangan mereka

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinisi Bengkulu, turut menanggapi soal warga Kota Bengkulu yang terjebak di perusahaan scam dan judi online di Kamboja.

Sebelumnya, 4 warga Kota Bengkulu yang terjebak di perusahaan scam dan judi online di Kamboja ini minta dipulangkan ke Indonesia.

Lantaran ke empat warga Kota Bengkulu ini, diiming-iming pekerjaan di perusahaan elektronik di Vietnam dengan gaji Rp12,8 juta per bulan.

Terkait hal itu, Kepala Disnakertrans Provinsi Bengkulu, Syarifudin mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kementerian P2MI/KP2MI).

Baca juga: Kronologi 4 Warga Bengkulu Terjebak di Perusahaan Scam Judol Kamboja, Diiming-imingi Gaji Rp12 Juta

“Hasil koordinasi ke kementrian P2MI bahwa pemeritnah pusat sudah memberlakukan moratorium 3 negara untuk PMI yaitu Kamboja, Myanmar dan Tahiland,” ungkap Syarifudin saat dikonfirmasi melalui whatsapp di Bengkulu, Senin (26/1/2026) pukul 11.10 WIB.

Untuk 4 orang warga Kota Bengkulu, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan terus memantau kepulangan mereka.

“Kami dari Pemprov terus memantau kepulangan 4 orang warga Kota Bengkulu yang di sana, karena sekarang sudah menjadi kewenangan Pemerintah Pusat,” jelas Syarifudin.

Cerita Istri PMI Bengkulu terjebak di Kamboja

Niat ingin memperbaiki ekonomi keluarga justru membawa petaka bagi Imron (29), warga Bengkulu, yang kini terjebak di perusahaan scam (penipuan) dan judi online (judol) Kamboja.

Bersama tiga rekannya, Imron berangkat dengan iming-iming pekerjaan di perusahaan elektronik di Vietnam dengan gaji Rp12,8 juta per bulan.

Sustri (42), istri Imron menceritakan awal mula keberangkatan suaminya yang sebelumnya bekerja sebagai buruh bongkar muat di gudang buah.

Karena kesulitan ekonomi, Imron tertarik dengan tawaran kerja ke Vietnam yang disampaikan oleh temannya.

“Sebelum berangkat abang izin dulu, katanya temannya yang mengajak ke Vietnam dan akan datang dari Palembang,” ujar Sustri saat diwawancarai TribunBengkulu.com pada Selasa (25/1/2026).

Nasib 4 Warga Bengkulu

Nasib empat warga Kota Bengkulu bernama Imron (29), Ardi (28), Deni Febriansyah (32), dan Engga (35) yang kabur dari perusahaan scam dan Judi Online (Judol) di Kamboja. 

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved