Senin, 8 Juni 2026

Berita Bengkulu

Desa Tanah Hitam Bengkulu Utara Raih Rp1 Miliar dari Program Satu Desa Satu Hektare Jagung Hibrida

1.298 Desa di Bengkulu Gubernur Helmi Hasan program SADESAHE Bukan Sekadar Lomba, Tapi Gerakan Ketahanan Pangan.

Tayang:
HO Medcen Pemprov Bengkulu
TANAM JAGUNG - Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan saat panen raya jagung bersama Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono di Desa Tanah Hitam, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, Kamis (29/1/2026). 1.298 Desa di Bengkulu Gubernur Helmi Hasan program SADESAHE Bukan Sekadar Lomba, Tapi Gerakan Ketahanan Pangan. 

Ringkasan Berita:
  • Desa Tanah Hitam, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, berhasil meraih Juara I Program Satu Desa Satu Hektare Jagung Hibrida (SADESAHE)
  • Program SADESAHE merupakan wujud sinergi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Forkopimda  mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.
  • Melalui konsep satu desa atau kelurahan minimal memiliki satu hektare lahan tanam, pemerintah berharap ketersediaan pangan dapat terjaga dari tingkat paling bawah.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Desa Tanah Hitam, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, berhasil meraih Juara I Program Satu Desa Satu Hektare Jagung Hibrida (SADESAHE) dan mendapatkan hadiah sebesar Rp1 miliar dari Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan pada kegiatan Panen Raya Jagung, yang digelar pada Kamis (29/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konkret pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis desa.

Gubernur Helmi Hasan menegaskan, program SADESAHE merupakan wujud sinergi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Alhamdulillah, Desa Tanah Hitam menjadi juara pertama. Bahkan kepala desanya sempat tidak percaya, menanam jagung bisa mendapatkan hadiah Rp1 miliar. Ini bukti keseriusan Pemprov bersama Forkopimda mendukung program Presiden,” ungkap Helmi Hasan dalam rilis tertulis nya, Kamis (29/1/2026).

Program SADESAHE dirancang untuk menghidupkan kembali semangat bertani di desa sebagai fondasi utama ketahanan pangan.

Baca juga: Sinergi Listrik Daerah! PLN dan Pemprov Bengkulu Tancap Gas Tingkatkan Pelayanan-PAD

Melalui konsep satu desa atau kelurahan minimal memiliki satu hektare lahan tanam, pemerintah berharap ketersediaan pangan dapat terjaga dari tingkat paling bawah.

“Kita ingin masyarakat kembali antusias menanam. Tidak hanya jagung, ke depan juga akan dikembangkan tanaman umbi-umbian, cabai, dan tomat. Dengan begitu, kita bisa mengurangi dampak fluktuasi harga bahan pokok,” tutur Helmi.

Terkait pemanfaatan hadiah Rp1 miliar, Gubernur Helmi Hasan mengimbau agar dana tersebut digunakan untuk menambah lahan pertanian dan dijadikan aset desa. 

Helmi menilai pembelian lahan jauh lebih bermanfaat dibandingkan pembagian dana secara langsung kepada masyarakat.

“Kalau dibagi, rawan konflik. Tapi kalau dibelikan lahan, misalnya menjadi 10 hektare, itu akan menjadi kebanggaan desa. Ke depan, tantangan SADESAHE juga akan ditingkatkan, salah satunya dengan memperluas lahan tanam hingga dua hektare,” jelas Helmi.

Sebelum panen raya, kegiatan diawali dengan peletakan batu pertama pembangunan Tugu Jagung, yang menjadi simbol keberhasilan sekaligus keberlanjutan program SADESAHE di Provinsi Bengkulu.

Sementara itu, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. 

Helmi mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah, desa, kelompok tani, serta penyuluh pertanian.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved