Jumat, 24 April 2026

Berita Bengkulu

Dikbud Bengkulu Larang Sekolah Beri PR Berlebihan ke Siswa Selama Ramadan 2026

Aktivitas belajar mengajar di Sekolah tingkat SMA dan SMK di Provinsi Bengkulu, Siswa tak boleh diberikam tugas yang berat.

Panji Destama/TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
KEPALA DINAS - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Zulhendri saat diwawancarai wartawan di Balai Raya Semarak, Bengkulu, Kamis (19/2/2026). Aktivitas belajar mengajar di Sekolah tingkat SMA dan SMK di Provinsi Bengkulu, siswa tak boleh diberikan tugas yang berat. 

Ringkasan Berita:
  • Dikbud Provinsi Bengkulu menerbitkan Surat Edaran untuk sekolah tingkat SMA/SMK sederajat   terkait kegiatan belajar mengajar selama bulan Ramadan 2026.
  • Surat edaran ini mencakup jadwal belajar mandiri di awal Ramadan, pembelajaran tatap muka di sekolah, hingga jadwal libur bersama Idul Fitri 2026.
  • Dalam ketentuan tersebut ditegaskan, satuan pendidikan tidak diperkenankan memberikan pekerjaan rumah (PR) berlebihan.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, telah menerbitkan Surat Edaran untuk sekolah tingkat SMA dan SMK di Provinsi Bengkulu, terkait kegiatan belajar mengajar selama bulan Ramadan, beberapa waktu lalu.

Dalam surat edaran nomor :400.3.1/2 14 /DIKBUD/2026, membahas tentang pembelajaran selama bulan ramadan.

Mulai dari surat edaran ini mencakup jadwal belajar mandiri di awal Ramadan, pembelajaran tatap muka di sekolah, hingga jadwal libur bersama Idul Fitri 2026.

Di tanggal 18-21 Februari 2026, kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri.

Siswa belajar di lingkungan keluarga, tempat ibadah, maupun masyarakat sesuai penugasan dari sekolah atau madrasah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu  Zulhendri saat diwawancarai wartawan di Balai Raya Semarak, Bengkulu, Kamis (19/2/2026) mengatakan, SE yang dibuat sesuai dengan aturan dari Pemerintah Pusat.

“Selama ramadan pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan arahan dari Pemerintah Pusat.SE yang dibuat juga berdasarkan aturan dari Pemerintah Pusat,” ungkap Zulhendri saat diwawancarai wartawan di balai raya semarak, Kamis (19/2/2026) pukul 11.39 WIB.

Selama periode ramadan, sekolah diminta tidak memberikan tugas yang memberatkan.

Tugas yang diberikan diharapkan bersifat sederhana, menyenangkan, dan dapat dikerjakan bersama keluarga.

Tugas Ramadan Tak Boleh Membebani Orang Tua

Dalam ketentuan tersebut ditegaskan, satuan pendidikan tidak diperkenankan memberikan pekerjaan rumah (PR) berlebihan.

Terutama tugas yang menuntut biaya tambahan besar atau penggunaan gawai dan internet secara intensif.

“Sekolah diminta juga untuk tak memberikan tugas-tugas yang berat kepada anak-anak kita, kemudian untuk PR anak-anak jangan terlalu berlebihan apa lagi memberatkan orang tua murid,” jelas Zulhendri.

Baca juga: Resmi Jabat Sekdaprov Bengkulu, Herwan Antoni Fokus Bangun Daerah Lewat Program Bantu Rakyat

Jika ingin memberikan tugas luaran yang dianjurkan seperti Jurnal Ramadan, Buku saku Ramadan dam Kegiatan refleksi sederhana bersama keluarga.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved