Sabtu, 11 April 2026

Berita Bengkulu

BPBD Bengkulu Antisipasi Cuaca Ekstrem Selama Ramadan hingga Lebaran 2026

BPBD Bengkulu siaga penuh hadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana selama Ramadan hingga arus mudik Lebaran 2026.

Panji Destama/TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
BPBD - BPBD, BMKG dan Basarnas saat melakukan rapat persiapan menghadapi Bibit Siklon tropis, di Kantor BPBD Bengkulu, Jumat (12/12/2025). BPBD Bengkulu siaga penuh hadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana selama Ramadan hingga arus mudik Lebaran 2026. 

Ringkasan Berita:
  1. Pemprov Bengkulu meningkatkan kesiapsiagaan bencana selama Ramadan hingga Lebaran 2026.
  2. BPBD menyiagakan seluruh personel untuk mengantisipasi cuaca ekstrem.
  3. Koordinasi lintas sektor melibatkan Basarnas, TNI, Polri, dan dinas terkait.
  4. Lokasi wisata pantai dan perbukitan menjadi perhatian khusus saat libur Lebaran.
  5. Masyarakat diimbau waspada dan mengikuti informasi resmi pemerintah.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Idul Fitri 2026.

Langkah antisipatif ini dilakukan mengingat Provinsi Bengkulu merupakan salah satu wilayah rawan bencana di Pulau Sumatera, terutama gempa bumi, banjir, tanah longsor, serta cuaca ekstrem.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah, memastikan seluruh personel telah disiagakan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan.

“Personel kita terus bersiaga untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem,” ungkap Khristian saat dihubungi TribunBengkulu.com melalui WhatsApp, Sabtu (28/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa kesiapan tidak hanya dilakukan secara internal, tetapi juga melibatkan koordinasi lintas sektor. Pembahasan meliputi kesiapan sumber daya manusia, peralatan, hingga sistem komunikasi darurat.

“Kita sudah membahas kesiapan BPBD, personel, serta koordinasi lintas sektor. Semua sudah dipersiapkan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem di Bengkulu,” jelasnya.

Koordinasi Lintas Instansi Diperkuat

Koordinasi kesiapsiagaan tersebut turut melibatkan Basarnas, TNI, Polri, serta sejumlah dinas teknis lainnya. Sinergi antarinstansi dinilai penting untuk memastikan respons cepat dan tepat saat terjadi bencana.

“Basarnas sudah sangat stand by, begitu juga BPBD. Komunikasi berjalan baik dan akan terus ditingkatkan demi memperkuat ketangguhan menghadapi cuaca ekstrem,” tambahnya.

Lokasi Wisata Jadi Perhatian

Selain fokus pada potensi bencana alam, BPBD Bengkulu juga melakukan pemantauan di sejumlah lokasi wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat saat libur Lebaran.

Kawasan pantai dan perbukitan menjadi titik perhatian karena memiliki tingkat risiko tertentu, terutama apabila terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba.

Penempatan personel di sejumlah lokasi strategis dilakukan guna mempercepat respons jika terjadi insiden, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait keselamatan.

BPBD Bengkulu juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca selama Ramadan hingga masa arus mudik dan arus balik Lebaran.

Masyarakat diminta untuk rutin memantau informasi resmi dari pemerintah serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved