Harga Plastik Naik
Curhat Pedagang Plastik di Bengkulu Selatan Harga Melonjak hingga 75 Persen
Pedagang plastik di Pasar Ampera, Kabupaten Bengkulu Selatan, mengeluhkan kenaikan harga plastik yang signifikan hingga mencapai 75 persen
Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Hendrik Budiman
Ringkasan Berita:
- Pedagang plastik di Bengkulu Selatan mengeluhkan kenaikan harga capai 75 persen.
- Kondisi ini menjadi tantangan bagi pedagang karena berdampak pada penurunan minat beli konsumen serta menyulitkan proses pemasaran.
- Kenaikan harga pada tahun 2026 ini tergolong tidak biasa, karena pada tahun-tahun sebelumnya kenaikan hanya berkisar sekitar 10 persen.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Pedagang plastik di Bengkulu Selatan mengeluhkan lonjakan harga yang mencapai hingga 75 persen dalam beberapa waktu terakhir.
Kenaikan drastis ini dinilai memberatkan para pedagang dan berdampak langsung pada penurunan daya beli masyarakat.
Pedagang plastik di Pasar Ampera, Kabupaten Bengkulu Selatan, mengeluhkan kenaikan harga plastik terjadi sejak sebelum Lebaran 2026.
Kenaikan harga tersebut dirasakan para pedagang, salah satunya Budi, pemilik toko Arena Plastik, yang menyebut harga kantong plastik jenis asoy mengalami lonjakan dari Rp30 ribu menjadi Rp45 ribu per bal.
Kondisi ini menjadi tantangan bagi pedagang karena berdampak pada penurunan minat beli konsumen serta menyulitkan proses pemasaran.
“Tantangannya, kami jadi tidak enak dalam pemasaran, dan pembeli pasti mempertanyakan kenapa harga naik,” ujar Budi saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Jumat (3/4/2026).
Pembeli Keluhkan Harga Plastik Naik
Budi menambahkan, kenaikan harga plastik juga dikeluhkan oleh para konsumen, terutama pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada penggunaan plastik dalam aktivitas jual beli.
“Pasti mereka mengeluh, karena harus memikirkan lagi bagaimana mengolah biaya dengan harga yang naik,” ungkapnya.
Berdasarkan pantauan TribunBengkulu.com di lokasi pada Jumat (3/4/2026), sejumlah toko plastik di Pasar Ampera terlihat sepi pembeli. Kondisi ini diduga akibat dampak dari kenaikan harga yang cukup tinggi.
Baca juga: Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemkab Bengkulu Selatan Dorong Digitalisasi Pajak Lewat Tapping Box
Budi berharap harga plastik dapat kembali stabil agar daya beli masyarakat meningkat, mengingat kondisi ekonomi yang masih sulit.
“Harapannya harga bisa kembali normal, karena kondisi ekonomi masyarakat masih banyak yang prihatin,” tegasnya.
Kenaikan harga pada tahun 2026 ini tergolong tidak biasa, karena pada tahun-tahun sebelumnya kenaikan hanya berkisar sekitar 10 persen.
Dengan lonjakan hingga 75 persen, kondisi ini dinilai sangat signifikan, terutama bagi dirinya yang telah berjualan plastik sejak tahun 2000.
Kenaikan harga plastik yang cukup tinggi ini diharapkan dapat segera teratasi agar aktivitas perdagangan kembali normal dan tidak memberatkan pedagang maupun konsumen.
Harga Plastik Naik
Harga Plastik di Bengkulu Selatan Naik
berita bengkulu selatan
Update Berita Bengkulu Selatan
Berita Bengkulu Selatan Terbaru
| Harga Plastik Naik, Pedagang di Rejang Lebong Keluhkan Pembeli Berkurang |
|
|---|
| Harga Plastik Melonjak hingga 50 Persen, Prof Kamaludin: Beban Besar Bagi Pelaku UMKM |
|
|---|
| Di Balik Gerobak Pentol Sudirman, Bertahan di Tengah Harga Plastik Naik 60 Persen |
|
|---|
| Cerita Pedagang Gorengan Bengkulu Selatan, Tak Berani Naikkan Harga Jualan Meski Plastik Mahal |
|
|---|
| Lonjakan Harga Biji Plastik Hingga Rp80 Ribu, Pedagang di Bengkulu Keluhkan Kenaikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Budi-pedagang-toko-plastik-di-BS.jpg)