Jumat, 5 Juni 2026

Berita Kepahiang

Kepahiang Darurat Sampah, TPST Diprediksi Penuh dalam 1 Tahun

TPST Kepahiang diprediksi hanya mampu menampung sampah selama 1 tahun akibat minim pengelolaan dan sarana.

Tayang:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
SAMPAH DI KEPAHIANG - Tumpukan sampah di TPS pusat kota Kepahiang, Bengkulu pada Jumat (26/6/2025). TPST Kepahiang diprediksi hanya mampu menampung sampah selama 1 tahun akibat minim pengelolaan dan sarana. 
Ringkasan Berita:
  1. DLH Kepahiang jelaskan kondisi TPST pada 10 April 2026.
  2. TPST di Lubuk Saung dikeluhkan karena sampah menggunung.
  3. Kapasitas TPST diperkirakan hanya cukup 1 tahun.
  4. Penumpukan terjadi akibat minim pengelolaan dan sarana.
  5. TPS3R tersedia di 3 kecamatan, baru 1 yang berjalan.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kepahiang, Sumi Fitriani, melalui Kabid Kebersihan Tris Wahyudi menerangkan kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kabupaten Kepahiang pada Jumat (10/4/2026).

Berdasarkan informasi yang terhimpun TribunBengkulu.com, TPST yang berlokasi di Desa Lubuk Saung, Kecamatan Seberang Musi, sudah kerap dikeluhkan masyarakat karena tumpukan sampah yang menggunung.

Kapasitas TPST Terbatas

Tris mengungkapkan kapasitas TPST Kabupaten Kepahiang hanya mampu menampung sampah kisaran 1 tahun.

"TPST Kepahiang diprediksi hanya mampu menampung sampah 1 tahun saja," ucap Tris.

Hal tersebut terjadi karena minimnya pengelolaan sampah di masyarakat serta kurangnya sarana dan prasarana yang memadai di TPST Kepahiang.

Sehingga sampah-sampah hanya dibuang ke TPST yang menyebabkan terjadi penumpukan volume yang tidak teratasi.

"Iya, memang seharusnya ada pengolahan sampah di TPST, tapi karena keterbatasan sarana dan prasarana, sampah hanya dibuang dan tertumpuk saja," kata Tris Wahyudi.

Upaya Melalui TPS3R

Di sisi lain, upaya pengolahan sampah mulai dilakukan melalui TPS3R yang tersedia di beberapa kecamatan.

"Ada 3 Kecamatan yang tersedia TPS3R, tapi baru satu TPS3R saja yang berjalan, itu pun belum maksimal. Kita mendorong TPS3R ini beroperasi sepenuhnya," kata Tris Wahyudi.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat melakukan pengolahan sampah skala komunal yang mengedepankan peran aktif masyarakat untuk memilah dan mendaur ulang sampah, guna mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST.

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved