Kamis, 11 Juni 2026

Keracunan Massal di Kepahiang

Dinkes Kepahiang Tanggapi Dugaan Keracunan MBG di SDN 18, Sampel Sudah Dikirim ke BPOM

Dinkes Dr. H Tajri Fauzan menanggapi terkait insiden dugaan keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa SD Negeri 18 Kepahiang.

Tayang:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Rita Lismini
M. Bima Kurniawan/Bima Kurniawan
KERACUNAN MBG - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Dr. H Tajri Fauzan saat diwawancarai TribunBengkulu.com pada Selasa (9/6/2026). Tajri menanggapi terkait insiden dugaan keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa SD Negeri 18 Kepahiang usai mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).  

Ringkasan Berita:
  • 16 siswa, guru, dan penjaga sekolah diduga keracunan usai mengonsumsi MBG.
  • Korban mengalami mual, muntah, sesak napas, dan gatal tenggorokan.
  • Dinkes mengambil sampel makanan dan muntahan untuk diuji BPOM.
  • Hasil pemeriksaan ditargetkan keluar dalam 7 hari.
  • Dapur SPPG terkait sebelumnya telah mengantongi sertifikat SLHS.

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Dr. H Tajri Fauzan menanggapi terkait insiden dugaan keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa SD Negeri 18 Kepahiang usai mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).  

Jumlah korban dugaan keracunan berjumlah 16 orang yang terdiri dari siswa, guru, dan penjaga sekolah yang dilarikan ke puskesmas Kelobak dan Puskesmas Pasar Kepahiang, pada Kamis (4/6/2026).  

Para siswa dilaporkan mengalami mual, muntah, sesak napas, hingga gatal pada tenggorokan sehingga harus mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat.  

Dari keluhan tersebut pihaknya menindak lanjuti dengan memberikan infus serta obat. Dari penanganan tersebut seluruh pasien drngan keluhan tersebut berangsur pulih dan kembali ke rumah masing-masing.   

Atas kejadian tersebut Tajri mengugkapkan pihaknya juga telah mengambil sampel seluruh makanan MBG untuk dilakukan uji laboratorium di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu 

"Seluruh sampel makanannya sudah kita ambil dan kita kirim untuk dilakukan uji laboratorium dan pemeriksaan di BPOM Bengkulu," ucap Tajri.
Selain itu sampel muntahan korban juga telah di ambil untuk menyelidiki penyebab keracunan terhadap korban. 

"Selain itu sampel makanan, muntahan korban juga kita ambil untuk menyelidiki makanan yang dimakan," ungkap Tajri. 

Ia juga menargetkan tujuh hari hasil pemeriksaan sampel oleh BPOM tersebut keluar. 

"Pemeriksaan dilakukan di BPOM Bengkulu, keterangannya itu tiga hari namun kita targetkan tujuh hari hasilnya sudah keluar," jelas Tajri. 

Disisi lain pihaknya sebelumnya juga telah melakukan pengecekan sistem pengoperasian dapur SPPG terkait dan telah menerbitkan Sertifikat Layak Higienis Sanitasi (SLHS). 

"Dari pantauan kita sebelumnya SPPG ini termasuk bagus sistem pengoperasian dapurnya dan semuanya sudah diterbitkan SLHS, setahu saya ada tujuh SLHS yang telah diterbitkan," pungkas Tajri.

Bupati Buka Suara

Bupati Kepahiang Zurdi Nata kini menanggapi terkait insiden dugaan keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa SD Negeri 18 Kepahiang usai mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejumlah wali murid mengaku masih diliputi rasa khawatir dan cemas meski kondisi anak-anak mereka kini berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan medis.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved