Kamis, 11 Juni 2026

Keracunan Massal di Kepahiang

Imbas Keracunan Massal di SDN 18 Kepahiang, Dapur MBG di Taba Tebelet Ditutup Sementara

Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa SD Negeri 18 Kepahiang usai mengonsumsi makanan dari Program MBG terus bergulir

Tayang:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Rita Lismini
M. Bima Kurniawan/Bima Kurniawan
DAPUR MBG - Situasi Dapur SPPG Kepahiang pada Kamis (4/6/2026). Dapur SPPG program MBG tepatnya di Taba Tebelet sudah ditutup sementara sembari menunggu hasil uji laboratorium usai keracunan massal di SDN 18 Kepahiang. 

Dari keluhan tersebut, pihaknya menindaklanjuti dengan memberikan infus serta obat.

Dari penanganan tersebut, seluruh pasien dengan keluhan tersebut berangsur pulih dan kembali ke rumah masing-masing.

Sementara itu, polisi mulai menyelidiki kasus dugaan keracunan massal yang dialami korban serta sejumlah sampel makanan yang diduga menjadi penyebab para siswa mengalami keracunan telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut dengan diuji laboratorium.

Nata mengungkapkan bahwa dirinya telah memerintahkan pihak kesehatan untuk memberikan fasilitas dan penanganan terbaik untuk para korban.

"Saya sudah perintahkan tim kita dalam hal ini kesehatan untuk turun memberikan bantuan pertama, salah satunya kita menyiapkan fasilitas kesehatan di puskesmas terdekat," ucap Nata.

Harapannya dapur MBG dapat mengevaluasi dan betul-betul memenuhi standarisasi serta menerapkan SOP yang berlaku.

"Harapan kita kedepan dapur mbg ini betul-betul memenuhi standar," harap Nata.

Siswa Trauma Makan MBG Lagi

Sementara itu, orang tua pelajar yang mengalami keracunan mengaku trauma dan khawatir usai anaknya dilarikan ke puskesmas usai mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG), pada Kamis (4/6/2026).

Hingga saat ini, jumlah korban dugaan keracunan berjumlah 16 orang yang terdiri dari siswa, guru, dan penjaga sekolah yang dilarikan ke Puskesmas Kelobak dan Puskesmas Pasar Kepahiang.

Salah satu orang tua korban, Risti, mengungkapkan kondisi anaknya sempat mengalami muntah, gatal-gatal, hingga sesak napas setelah menyantap MBG di sekolah.

“Anak mulai mengeluh mual, muntah, pusing, dan gatal-gatal,” ujar Risti kepada Reporter TribunBengkulu.com, Kamis (4/6/2026).

Kondisi anak kemudian memburuk hingga mengalami sesak napas sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan.

Risti mengatakan anaknya kini mengalami ketakutan untuk kembali mengonsumsi makanan dari program MBG.

“iya ada trauma dan khawatir,” kata Risti.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved