Berita Kepahiang
Harga BBM Pertamax Naik, Sekda Kepahiang Minta OPD Sesuaikan Perjalanan Dinas
Kenaikan harga Pertamax dan Dexlite berdampak pada anggaran BBM OPD, Sekda Kepahiang minta perjalanan dinas disesuaikan.
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
Ringkasan Berita:
- Sekda Kepahiang menyoroti kenaikan harga Pertamax dan Dexlite.
- Kenaikan BBM berdampak pada anggaran BBM kendaraan dinas OPD.
- Sejumlah ASN mulai beralih menggunakan sepeda motor untuk aktivitas kedinasan.
- Damkar, BPBD, dan DLH disebut membutuhkan perhatian terkait kecukupan anggaran BBM.
- Sekda mengimbau pengguna kendaraan dinas menyesuaikan perjalanan dengan anggaran BBM yang tersedia.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Kepahiang, Hartono, menyoroti kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di Kabupaten Kepahiang.
Salah satu dampak yang dirasakan adalah meningkatnya beban anggaran BBM kendaraan dinas di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sehingga sejumlah aparatur sipil negara (ASN) mulai beralih menggunakan sepeda motor untuk aktivitas kedinasan.
Hartono menerangkan kenaikan harga BBM berpengaruh langsung terhadap anggaran BBM yang telah dialokasikan oleh masing-masing OPD.
"Bukan saja kenaikan pertamax tapi kenaikan dexlite juga sudah berdampak karena kita masih menggunakan volume yang lama dan tidak seimbang lagi dengan harga saat ini," ucap Hartono.
Menurutnya, dampak kenaikan harga BBM paling dirasakan pada sektor pelayanan publik yang memiliki intensitas penggunaan kendaraan cukup tinggi.
Menurutnya, sejumlah OPD yang bergerak di bidang pelayanan masyarakat membutuhkan perhatian khusus terkait kecukupan anggaran BBM agar pelayanan tetap berjalan optimal.
Ia menjelaskan, kendaraan operasional milik Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memiliki mobilitas tinggi sehingga kebutuhan bahan bakar menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.
"Sebenarnya yang sangat perlu disesuaikan anggarannya untuk pelayanan publik seperti Damkar, BPBD, dan DLH," ungkap Hartono.
Dampak Kenaikan BBM terhadap Anggaran OPD
Menyikapi kondisi tersebut, Hartono mengimbau seluruh pengguna kendaraan dinas agar lebih bijak dalam memanfaatkan kendaraan operasional dan menyesuaikan perjalanan dinas dengan ketersediaan anggaran BBM yang ada.
"Maka kita mengimbau kepada pengguna kendaraan dinas untuk menyesuaikan perjalanan dinas dengan kegiatan serta anggaran BBM yang tersedia," imbau Hartono.
Ia berharap langkah penyesuaian tersebut dapat menjaga efektivitas penggunaan anggaran daerah tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik kepada masyarakat Kabupaten Kepahiang.
| Gaji ke-13 ASN Kepahiang Cair 100 Persen, Bagaimana Perhitungan untuk PPPK Paruh Waktu? |
|
|---|
| Dua Perusahaan di Kepahiang Tunggak Pajak Rp30 Juta, BKD Minta Segera Dilunasi |
|
|---|
| Dukung Swasembada Pangan Nasional, Polres Kepahiang Tanam Jagung Dua Hektare |
|
|---|
| Bupati Kepahiang Ungkap Kendala Pembangunan Sekolah Rakyat, Terkait Aset Waterpark |
|
|---|
| Kadis Dikbud Kepahiang Kunjungi Kantor Tribun Bengkulu, Bahas Kesiapan SPMB 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/SEKDA-SOROTI-BBM-KEPAHIANG.jpg)