Berita Kepahiang
Penerima Bansos Malu Ditempel Stiker Miskin, Kadinsos Kepahiang: Shock Terapi Bagi yang Mampu
untuk transparansi, memastikan bahwa hanya keluarga yang benar-benar tidak mampu yang mendapatkan bansos.
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Ringkasan Berita:
- Penempelan stiker 'Keluarga Miskin' ini bertujuan untuk transparansi, memastikan bahwa hanya keluarga yang benar-benar tidak mampu yang mendapatkan bansos
- Kadinsos Kepahiang akan terus melakukan penempelan stiker 'Keluarga Miskin' di rumah penerima bansos di Kepahiang
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kepahiang Bengkulu, Helmi Johan akan terus melakukan penempelan stiker 'Keluarga Miskin' di rumah penerima bantuan sosial (bansos) di Kepahiang.
Helmi menegaskan, penempelan ini bertujuan untuk transparansi, memastikan bahwa hanya keluarga yang benar-benar tidak mampu yang mendapatkan bansos.
Bagi keluarga yang sudah mampu, penempelan stiker ini akan memberikan shock terapi, dan sekaligus mengedukasi mereka.
"Jadi, tidak ada lagi keluarga mampu, yang tidak layak mendapatkan bansos, masih mendapatkan bansos," kata Helmi kepada TribunBengkulu.com, Kamis (30/10/2025) pukul 15.30 WIB sore.
Penempelan stiker ini juga akan memberikan transparansi dan keterbukaan kepada masyarakat.
Masyarakat bisa melihat, dan mengawasi jika ada keluarga mampu tapi masih mendapatkan bansos, atau keluarga tidak mampu, tapi tidak mendapatkan bansos.
Saat keluarga mampu ditempelkan stiker ini, akan lebih berdampak psikologis, merasa malu sendiri, dibandingkan mereka yang tidak mampu, dan benar-benar layak mendapatkan bansos.
"Tapi, ini masih sosialisasi. Kedepannya, kita buat mana yang lebih baik," ujar Helmi.
Diberitakan sebelumnya, rumah-rumah warga penerima manfaat bantuan sosial (bansos) di Kepahiang, Bengkulu, kini ditempelkan stiker 'Keluarga Miskin'.
Stiker ini memiliki ukuran sekitar 40x50 cm, dengan tulisan 'Keluarga Miskin' dengan tulisan tebal dan besar berwarna merah.
Stiker ini ditempelkan di depan rumah penerima manfaat, di samping pintu atau di atas jendela.
Perasaan penerima manfaat sendiri beragam, namun kebanyakan mengaku menerima dan pasrah rumah mereka ditempel stiker 'Keluarga Miskin' ini.
Salah satu penerima manfaat di Kelurahan Pensiunan Kepahiang, Sri Mulyati mengaku tidak masalah jika rumahnya ditempelkan stiker ini.
Menurut Sri, dirinya hanya seorang ibu rumah tangga, janda, dan kini hidup dengan seorang anak.
| PAD Kepahiang Tembus Rp20,4 Miliar, BKD Masih Tunggu Laporan Penerimaan OPD dan BLUD |
|
|---|
| Kepahiang Terima DBH Rp7,7 Miliar, tapi Masih Punya Beban Utang Program Rp23 Miliar |
|
|---|
| Terima DBH Rp7,7 Miliar dari Pemprov Bengkulu, Kepahiang Belum Cukup Tutupi Gagal Bayar Rp23 Miliar |
|
|---|
| Pemkab Kepahiang Kembali Raih Opini WTP, Bupati Zurdi Nata Sebut Hasil Kerja Keras Seluruh OPD |
|
|---|
| Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Kepahiang: Kemajuan Teknologi Tanpa Moral Bisa Menyesatkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Warga-penerima-bansos-di-Kepahiang.jpg)