Selasa, 28 April 2026

DPRD Kepahiang

Ketua Komisi III DPRD Kepahiang Dorong Kesiapsiagaan Pemkab Hadapi Potensi Bencana

Ketua Komisi III DPRD Kepahiang M Nopriandi pada Jumat (28/11/2025), mengingatkan Pemkab Kepahiang untuk siaga dan siap menghadapi bencana.

|
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
HO Polres Kepahiang
JALAN LONGSOR KEPAHIANG - Jalan lintas Kepahiang - Kota Bengkulu yang sempat tertimbun longsor, Kamis (13/3/2025) lalu. DPRD mengingatkan Pemkab Kepahiang untuk siaga dan siap menghadapi bencana. 
Ringkasan Berita:
  • Ketua Komisi III DPRD Kepahiang, M Nopriandi mengingatkan Pemkab Kepahiang untuk siaga dan siap menghadapi bencana
  • Kepahiang, salah satu daerah rawan bencana tanah longsor dan pohon tumbang
  • Pemkab Kepahiang diminta untuk menyiagakan alat berat

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu rawan daerah bencana banjir, tanah longsor serta pohon tumbang.

Untuk itu, Ketua Komisi III DPRD Kepahiang, M Nopriandi meminta Pemkab Kepahiang untuk siaga dan siap menghadapi bencana.

Nopriandi mengatakan saat ini, curah hujan di Kepahiang cukup tinggi, dan hampir terjadi setiap hari.

Dengan Kepahiang yang merupakan salah satu daerah rawan bencana di Bengkulu, terutama untuk pohon tumbang dan tanah longsor, maka langkah persiapan perlu dilakukan.

"Dan kita sudah melihat, bencana alam yang terjadi di berbagai daerah Sumatra, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pemkab Kepahiang, BPBD, dan pihak terkait lainnya harus siap," kata Nopriandi kepada TribunBengkulu.com, Jumat (28/11/2025) pukul 15.01 WIB sore.

Bencana yang sering terjadi di Kepahiang, lanjut Nopriandi, antara lain longsor di jalan penghubung ke Kota Bengkulu, di kawasan pegunungan.

Jika kawasan ini terjadi tanah longsor, maka akan memutus akses utama masyarakat dan logistik dari Kota Bengkulu ke Kepahiang dan sekitarnya, atau sebaliknya.

Karena itu, setidaknya Pemkab Kepahiang menyiagakan alat berat, jika terjadi longsor, dan menutup akses jalan.

Alat berat dan personil yang siaga bisa segera diterjunkan ke lokasi, sehingga tidak menganggu pergerakan masyarakat dan logistik terlalu lama.

"Intinya, jangan sampai jalan terputus. Kita tidak ingin terjadi hal buruk, tapi harus selalu siap jika terjadi. Jangan sampai akses kita terputus," ujar Nopriandi. (Adv)

 

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved