Rabu, 29 April 2026

Berita Kepahiang

Target PAD Sektor Pariwisata Kepahiang Rp 75 Juta, Kini Sudah 90 Persen

Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pariwisata di Kepahiang ditetapkan sebesar Rp 75 juta di tahun 2025.

Tayang:
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Ricky Jenihansen
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com/Romi Juniandra
PAD PARIWISATA - Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kepahiang, Rudi Andi Sihaloho pada Selasa (2/12/2025). Dia mengatakan dari target PAD Rp 75 juta di sektor pariwisata pada tahun 2025, kini sudah tercapai 90 persen. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pariwisata di Kepahiang ditetapkan sebesar Rp 75 juta di tahun 2025.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kepahiang, Rudi Andi Sihaloho mengatakan jumlah ini memang terbilang kecil, namun terbatas pada objek wisata yang dikelola disparpora.

"Kebanyakan dari pengelolaan pariwisata, yang merupakan aset disparpora," kata Rudi kepada TribunBengkulu.com, Selasa (2/12/2025), pukul 11.07 WIB siang.

Hingga November lalu, Rudi mengatakan target ini sudah tercapai sebesar 90 persen. Dengan demikian, sisa 10 persen akan dipenuhi di Desember 2025 ini.

Objek wisata yang dikelola diparpora diantaranya Mountain Valley, Tebing Wetan, dan beberapa objek wisata di Kabawetan.

"Kebanyakan, memang di Kabawetan," ujar dia.

Rudi juga sempat menyinggung video viral penemuan celana dalam di kawasan kebun teh Kabawetan, Kepahiang, Provinsi Bengkulu kini tengah viral.

Dikataka Rudi, pihaknya cukup menyayangkan adanya penemuan celana dalam ini, dan berjanji akan memperketat pengawasan di kawasan kebun teh Kabawetan.

"Kita perketat pengawasan pengunjung. Daerah penemuan itu ada dibawah pengelolaan pihak swasta, sehingga itu juga jadi catatan pengelola," kata Rudi.

Agar hal ini tidak terulang, Rudi mengagakan pihaknya akan berkoordinasi, dan mengingatkan pihak pengelola objek wisata agar meningkatkan pengawasan.

Jangan sampai, kawasan yang memang ramai dan jadi pilihan utama wisatawan di Kepahiang malah berkembang menjadi tempat untuk melakukan hal-hal yang melanggar norma.

"Intinya, kita perketat pengawasan, seperti di Mountain Valley dan tempat lainnya," ungkap dia.

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved