Selasa, 28 April 2026

Berita Kepahiang

Tanah Longsor Ancam Jalan dan Rumah Warga, BPBD Kepahiang Asesmen

BPBD Kepahiang kini dalam tahap penilaian untuk longsor di Jalan Tunggal, RT 7, RW 3, Kelurahan Pasar Sejantung, Kepahiang, Provinsi Bengkulu.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
LONGSOR DI KEPAHIANG - Kondisi longsor yang ancam akses warga di Kelurahan Pasar Sejantung, Kepahiang, Provinsi Bengkulu pada Minggu (11/1/2026) siang. Longsor ini ancam akses jalan ratusan KK. 

Ringkasan Berita:
  • Jalan Tunggal yang merupakan akses utama warga di RT 7 terancam longsor
  • Tanah longsor terlihat sudah hampir memakan badan jalan

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - BPBD Kepahiang kini dalam tahap penilaian untuk longsor di Jalan Tunggal, RT 7, RW 3, Kelurahan Pasar Sejantung, Kepahiang, Provinsi Bengkulu.

Kalaksa BPBD Kepahiang, Hendra mengatakan karena keterbatasan personel, pihaknya baru bisa melakukan asesmen pada hari ini, Senin (12/1/2025).

Nantinya akan dinilai tingkat kerusakan, dan rencana mitigasi yang akan dilakukan.

"Hari ini, kita lakukan asesmen kerusakan. Kemarin banyak personel yang diarahkan ke tempat lain, seperti longsor di Air Raman dan evakuasi korban hanyut," kata Hendra kepada TribunBengkulu.com, Senin (12/1/2026) pagi.

Kemungkinan, jika kerusakan dan resiko tinggi, akan diusulkan untuk pelapis tebing.

"Karena selain jalan, ada rumah warga juga yang terancam," ujar Hendra.

Diberitakan sebelumnya, tanah longsor mengancam badan jalan dan ratusan KK di RT 7, RW 3, Kelurahan Pasar Sejantung, Kepahiang, Provinsi Bengkulu.

Pantauan TribunBengkulu.com pada Minggu (11/1/2026) pukul 11.06 WIB siang, jalan terancam longsor ini adalah Jalan Tunggal, yang merupakan akses utama warga di RT 7.

Tanah longsor terlihat sudah hampir memakan badan jalan, tinggal sekitar 30 cm hingga 15 cm dari aspal jalan di titik paling kritis.

Di sisi jalan, longsor mengarah ke sungai, sehingga membentuk jurang dengan kedalaman antara 30 meter hingga 40 meter.

Tanah merah bekas longsor tampak masih terlihat di titik ini.

Salah satu warga, Fadli mengatakan sebelumnya, jarang jurang dan badan jalan masih cukup jauh, antara satu hingga dua meter, sehingga masih cukup aman.

Namun, pada Jumat (9/1/2026) sore, akibat hujan lebat yang mengguyur Kepahiang saat itu, menyebabkan longsor, dan mengancam badan jalan.

"Ini satu-satunya jalan ke rumah warga di kawasan ini. Tidak ada jalan lain. Kalau longsor memakan jalan ini, ratusan KK ini putus, terisolir," kata Fadli kepada TribunBengkulu.com.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved