Berita Kepahiang
Dua Desa di Kepahiang Dilanda Banjir, Rumah Warga Terendam dan Akses Jalan Terhambat
Hujan dengan intensitas tinggi di Kabupaten Kepahiang mengakibatkan dua desa mengalami banjir pada Minggu (22/2/2026).
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
Ringkasan Berita:
- Hujan deras Minggu (22/2/2026) picu banjir di Pulo Geto dan Suro Baru.
- Akibatnya, puluhan rumah terendam banjir.
- Kerusakan meliputi WC jebol, pondasi bergeser, kolam rusak.
- Warga berharap solusi permanen karena banjir kerap terjadi sejak 2015.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Hujan dengan intensitas tinggi di Kabupaten Kepahiang mengakibatkan dua desa dilanda banjir pada Minggu (22/2/2026).
Kedua desa tersebut adalah Desa Pulo Geto dan Desa Suro Baru.
Banjir terjadi sejak sore hingga malam hari.
Banjir Rendam Permukiman di Desa Pulo Geto
Kepala Desa Pulo Geto, Riska Amelia, menerangkan banjir merendam permukiman warga di Dusun I sejak sore hingga malam hari.
Ketinggian air bahkan mencapai sedengkul orang dewasa.
"Iya benar memang ada banjir di daerah Dusun Satu Desa Pulo Geto baru dari sore sampai malam, tingginya sedengkul orang dewasa," ucap Riska.
Ia menyebutkan sekitar 15 rumah warga terdampak banjir.
Meski demikian, hingga kini belum ada laporan kerusakan berat.
"Sekitar 15 rumah yang terdampak di sini, sampai saat ini dampak kerusakan belum ada laporan," ungkapnya.
Menurut Riska, warga mengeluhkan sulitnya beraktivitas karena air yang terus naik sehingga mereka tidak bisa keluar rumah.
"Mereka mengeluhkan kalau air naik sampai tidak bisa keluar rumah dan aktivitas mereka terganggu," beber Riska.
Ia juga menyampaikan bahwa banjir kerap terjadi setiap kali hujan turun dalam durasi lama.
| Siasat Licik Menantu di Kepahiang Gelapkan Uang Mertua Rp4,7 Miliar Hasil Jual Kopi Demi Foya-foya |
|
|---|
| Modus Ngaku Belum Dibayar, Menantu Gelapkan Uang Penjualan Kopi Mertua Rp4,7 Miliar di Kepahiang |
|
|---|
| Modus Menantu Gelapkan Uang Mertua Rp 4,7 Miliar Hasil jual Kopi di Kepahiang, Gunakan Nota Fiktif |
|
|---|
| Pengakuan Tersangka Gelapkan Uang Hasil Jual Kopi Mertua Rp 4,7 Miliar, Sudah 9 Kali |
|
|---|
| Gelapkan Rp4,7 Miliar Uang Kopi Mertua, Tersangka Akui Sudah 9 Kali Beraksi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/BANJIR-KEPAHIANG-2322026.jpg)