Jumat, 12 Juni 2026

Berita Kepahiang

Dua Desa di Kepahiang Dilanda Banjir, Rumah Warga Terendam dan Akses Jalan Terhambat

Hujan dengan intensitas tinggi di Kabupaten Kepahiang mengakibatkan dua desa mengalami banjir pada Minggu (22/2/2026).

Tayang:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
Dok Warga
BANJIR - Kondisi banjir di Desa Pulo Geto (kiri) dan Desa Suro Baru (kanan) pada Minggu (22/2/2026). Hujan dengan intensitas tinggi di Kabupaten Kepahiang mengakibatkan dua desa mengalami banjir pada Minggu (22/2/2026). 

"Setiap hujan yang awet pasti banjir, besar dan lama banjir tergantung curah hujannya," kata Riska.

Riska berharap ada perhatian dan solusi konkret dari pihak terkait agar persoalan banjir tidak terus berulang.

"Harapan kami ke depan minta ada respon dari pihak terkait membantu memberikan solusi dengan masalah kami supaya tidak banjir lagi," harap Riska.

Kondisi Lebih Parah di Desa Suro Baru

Sementara itu, kondisi lebih parah terjadi di Desa Suro Baru.

Air dilaporkan menggenangi jalan dan rumah warga dengan ketinggian cukup signifikan.

Kepala Dusun Desa Suro Baru, Jaka Anugrah (31), mengatakan ketinggian air yang diukur dari badan jalan mencapai selutut orang dewasa, bahkan lebih tinggi saat masuk ke rumah warga.

"Diukur dari tinggi jalan itu selutut orang dewasa, kalau diukur dari rumah warga lebih dari itu," ucap Jaka.

Ia menyebutkan sekitar 15 rumah di Dusun I dan II terdampak banjir dan telah melapor.

"Khusus warga Dusun satu dan dua Desa Suro Baru ini ada sekitar 15 rumah yang terdampak sudah melapor dan terdampak juga," ungkap Jaka.

Banjir di Suro Baru juga menyebabkan sejumlah kerusakan, mulai dari WC jebol, tiang pondasi rumah bergeser, hingga kolam ikan rusak.

"Banyak ini ada yang WC-nya jebol, ada tiang pondasinya bergeser, kolamnya jebol, barang-barang yang hanyut," beber Jaka.

Tak hanya itu, sumur warga yang terendam banjir membuat air tidak bisa digunakan sementara waktu.

"Banyak warga yang mengeluhkan sumur mereka tidak bisa dipakai karena kotor terendam banjir, butuh waktu sekitar sebulan untuk dapat kembali digunakan," jelasnya.

Akibatnya, warga terpaksa mengambil air dari rumah yang sudah menggunakan air PAM.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved