Senin, 4 Mei 2026

Berita Kepahiang

Kasus HIV di Kepahiang Meningkat, Total Kini 20 Penderita

Dinkes Kabupaten Kepahiang mencatat total kasus HIV di wilayahnya saat ini mencapai 20 orang penderita pada 2026. 

Tayang:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Rita Lismini
M. Bima Kurniawan/Bima Kurniawan
KASUS HIV - Kepala Tim Penyakit Menular Dinkes Kepahiang, Habiba saat diwawancarai TribunBengkulu.com pada Jumat (27/2/2026). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang mencatat total kasus HIV di wilayahnya saat ini mencapai 20 orang penderita pada 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Dinkes Kepahiang mencatat total 20 kasus HIV pada 2026, dengan penambahan 3 kasus baru tahun ini.
  • Kasus didominasi usia remaja, dengan rentang usia penderita hingga 52 tahun.
  • Dinkes turun langsung ke lapangan dan mendampingi puskesmas untuk memastikan pasien mendapat layanan kesehatan.
  • Pemeriksaan HIV digencarkan dengan menyasar 8 kelompok populasi berisiko.
  • Masyarakat diimbau tidak memberi stigma terhadap penderita dan meningkatkan kesadaran pemeriksaan dini.

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang mencatat total kasus HIV di wilayahnya saat ini mencapai 20 orang penderita pada 2026.

Kepala Tim Penyakit Menular Dinkes Kepahiang, Habiba, mengungkapkan bahwa tren penambahan kasus tersebut menjadi perhatian serius pihaknya.

"Total kasus HIV di Bengkulu 20 orang penderita," ujar Habiba.

Ia menjelaskan, dari jumlah tersebut, tiga kasus merupakan penambahan yang tercatat pada tahun 2026.

"Untuk di 2026 ada penambahan kasus 3 orang penderita," ujar Habiba.

Habiba menyebutkan kasus yang ditemukan didominasi kalangan usia remaja. Namun demikian, rentang usia penderita cukup bervariasi.

"Kasus tersebut terjadi pada warga kita dengan rata-rata usia remaja, dengan rentan usia tertua 52 tahun," jelas Habiba.

Sebagai langkah penanganan, Dinkes Kepahiang saat ini terus melakukan upaya pendampingan dan penelusuran di lapangan guna memastikan penderita mendapatkan layanan kesehatan yang tepat.

"Langkah kita untuk saat ini kami turun langsung ke lapangan dan mendampingi pihak puskesmas," terang Habiba.

Tak hanya itu, pihaknya juga menggencarkan pemeriksaan HIV dengan menyasar kelompok-kelompok yang masuk kategori populasi berisiko tinggi.

"Kita juga ada melakukan pemeriksaan HIV dengan sasaran di delapan populasi beresiko HIV," pungkas Habiba.

Adapun delapan populasi yang menjadi sasaran pemeriksaan HIV tersebut meliputi pekerja seks, lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL), transgender atau waria, pengguna narkoba suntik, warga binaan pemasyarakatan (narapidana), pelanggan pekerja seks, pasangan dari orang dengan HIV (ODHIV), serta ibu hamil dengan HIV positif.

Dinkes Kepahiang juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan stigma terhadap penderita HIV serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara dini guna mencegah penyebaran penyakit tersebut.
 
 

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved