Banjir di Kepahiang
Banjir di Desa Suro Baru Kepahiang, Rendam Rumah Warga dan Akses Jalan
Desa Suro Baru Kepahiang dilanda banjir, rumah warga dan akses jalan terendam, pada Jumat (3/4/2026)
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Hendrik Budiman
Ringkasan Berita:
- Desa Suro Baru Kepahiang dilanda banjir, Rumah warga dan akses jalan terendam
- Ketinggian air diukur dari badan jalan mencapai selutut orang dewasa, bahkan lebih tinggi saat masuk ke rumah warga.
- Banjir di Suro Baru juga menyebabkan sejumlah kerusakan, mulai dari WC jebol, tiang pondasi rumah bergeser, hingga kolam ikan rusak.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Hujan dengan intensitas tinggi di Kabupaten Kepahiang mengakibatkan Desa Suro Baru mengalami banjir, pada Jumat (3/4/2026).
Diketahui Desa Suro Baru tersebut memang kerap menjadi langganan banjir setiap kali hujan dengan intensitas lama.
Kepala Dusun Desa Suro Baru Jaka Anugrah (31) mengatakan, ketinggian air diukur dari badan jalan mencapai selutut orang dewasa, bahkan lebih tinggi saat masuk ke rumah warga.
"Diukur dari tinggi jalan itu selutut orang dewasa, kalau diukur dari rumah warga lebih dari itu," ucap Jaka kepada TribunBengkulu.com, Jumat (3/4/2026).
Ia menyebutkan, sekitar 15 rumah di Dusun I dan II terdampak banjir dan sudah melapor.
"Khusus warga Dusun satu dan dua Desa Suro Baru ini ada sekitar 15 rumah yang terdampak sudah melapor dan terdampak juga," ungkap Jaka.
Banjir yang juga menggenang jalan tersebut membuat aktivitas pengendara yang melintas jalan tersebut menjadi terhambat akibat tertutup genangan air.
"Banjir ini juga menggenang jalan, menghambat aktivitas pengendara yang melintas karena jalan sudah tertutup air dan dapat mengakibatkan kecelakaan," jelas Jaka.
Baca juga: Duda di Kepahiang Setubuhi Pelajar Berulang Kali Terancam 15 Tahun Penjara
Banjir di Suro Baru juga menyebabkan sejumlah kerusakan, mulai dari WC jebol, tiang pondasi rumah bergeser, hingga kolam ikan rusak.
"Banyak ini ada yang WC-nya jebol, ada tiang pondasinya bergeser, kolamnya jebol, barang-barang yang hanyut," beber Jaka.
Tak hanya itu, sumur warga yang terendam banjir membuat air tidak bisa digunakan sementara waktu.
"Banyak warga yang mengeluhkan sumur mereka tidak bisa dipakai karena kotor terendam banjir, butuh waktu sekitar sebulan untuk dapat kembali digunakan," jelasnya.
Akibatnya, warga terpaksa mengambil air dari rumah yang sudah menggunakan air PAM.
"Sehingga menghadapi hal tersebut warga terpaksa mengangkut air dari rumah warga yang sudah menggunakan air PAM," kata Jaka.
| Klarifikasi Pemkab Karo Soal Pemberian Mobil ke Kejari Karo, Tegaskan Hanya Pinjam Pakai |
|
|---|
| Kakek 74 Tahun Ditemukan Meninggal di Depan Warung Jus, Warga Bengkulu Geger |
|
|---|
| 5 Teks Khotbah Jumat Agung Penuh Makna, Renungkan Wafat Yesus Kristus |
|
|---|
| Dituding Intimidasi Videografer Amsal Sitepu, Jaksa Karo Wira Arizona Buka Suara: Tidak Ada Niat |
|
|---|
| Sambut Paskah dengan 15 Lagu Minggu Palma, Penuh Sukacita dan Makna Iman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kondisi-banjir-di-Desa-Suro-Baru-Kepahiang.jpg)