Kamis, 9 April 2026

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Ingatkan Net Zero Emission, Grup ABM Dianugerahi Aditama

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan perusahaan tambang agar terus berkontribusi dalam program Indonesia menuju

Editor: M Syah Beni
TRIBUNNEWS.COM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan perusahaan tambang agar terus berkontribusi dalam program Indonesia menuju Net Zero Emission tahun 2060.  

TRIBUNBENGKULU.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan perusahaan tambang agar terus berkontribusi dalam program Indonesia menuju Net Zero Emission tahun 2060. 

Hal ini disampaikan Menteri Bahlil dalam sambutannya di GMP Award 2024.

Tak hanya itu, Menteri Bahlil juga meminta perusahaan tambang agar kolaborasi antar perusahaan tambang dengan seluruh pihak. Ini dibutuhkan dalam meningkatkan inovasi dan produktivitas.

Hal ini lantaran ekspor batu bara masih menopang perekonomian nasional.

“Mineral dan batu bara merupakan salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia karena ekspor batu bara tetap menjadi salah satu yang tebesar, jumlahnya hampir 600 juta ton. Namun, kita tidak boleh terlena karena kita mempunyai target 2060 Indonesia menuju Net Zero Emission,” ujar Bahlil.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan perusahaan tambang agar terus berkontribusi dalam program Indonesia menuju Net Zero Emission tahun 2060. 
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan perusahaan tambang agar terus berkontribusi dalam program Indonesia menuju Net Zero Emission tahun 2060.  (TRIBUNBENGKULU.COM)

Praktikkan Kaidah Pertambangan yang Baik

Grup ABM dianugerahi penghargaan Aditama dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) dalam ajang Good Mining Practice (GMP) Award 2024.

Kegiatan ini merupakan wujud apresiasi dari pemerintah terhadap perusahaan di bidang pertambangan mineral dan batu bara yang berhasil mengelola lingkungan hidup dalam mengembangkan bisnisnya.

Kegiatan ini diiniasi guna memberikan apresiasi kepada pihak swasta yang telah berkontribusi sekaligus berhasil dalam menerapkan kaidah pertambangan yang baik.

Dengan begitu, seluruh pihak dapat termotivasi dalam melakukan pengelolaan teknis pertambangan, pengelolaan keselamatan pertambangan, hingga pengelolaan standardisasi dan usaha jasa pertambangan mineral dan batu bara. 

Melalui anak usahanya yakni PT Cipta Kridatama (CK), Grup ABM menyabet penghargaan Aditama untuk kategori Pengelolaan Standardisasi dan Usaha Jasa Mineral dan Batubara.

Total ada 3 penghargaan yang berhasil diraih oleh CK. Hal tersebut tak lepas dari komitmen CK untuk menerapkan pengelolaan lingkungan hidup di bisnis pertambangan dengan menerapkan kaidah-kaidah pertambangan yang baik. 

“Kami mengapresiasi langkah pemerintah dan juga komitmen perusahaan dalam menjaga sekaligus melestarikan lingkungan di lingkup bisnis. Pada dasarnya Grup ABM berkomitmen dalam pengembangan berkelanjutan dengan mengoptimalkan operasional dan integrasi, diversifikasi investasi di sektor pertambangan, serta eksplorasi bisnis di energi terbarukan. Langkah ini kami ambil untuk mencapai bisnis yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Direktur PT ABM Investama Tbk (ABMM) Feriwan Sinatra belum lama ini.

Praktik kaidah pertambangan yang baik gencar dilakukan Grup ABM di seluruh aspek operasionalnya.

Bersama anak-anak usahanya rutin melakukan pengelolaan lingkungan hidup pertambangan, reklamasi dan pasca tambang, pengelolaan keselamatan pertambangan, hingga pengelolaan konservasi mineral dan batu bara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved