Berita Kota Bengkulu
Inflasi Kota Bengkulu Terkendali, Pemkot dan BI Siapkan Jurus Hadapi Lonjakan Harga Cabai
Pemkot Bengkulu inflasi di daerah masih terkendali pada agenda rapat koordinasi high level meeting TPID dan TP2DD, Senin (15/12/2025)
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Hendrik Budiman
Ringkasan Berita:
- Inflasi Provinsi Bengkulu saat ini berada pada angka 2,68 persen, yang dinilainya masih ideal dan sehat bagi perekonomian.
- Namun, adanya lonjakan harga pada beberapa komoditas pangan, khususnya cabai rawit dan cabai merah.
- Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bank Indonesia bersama pemerintah daerah terus mendorong penguatan kerja sama antar wilayah.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu memastikan inflasi masih berada dalam rentang terkendali.
Hal ini disampaikan Asisten II Pemerintah Kota Bengkulu, Sehmi, usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara daring, Senin (15/12/2025).
“Alhamdulillah inflasi kita masih dalam rentang terkendali untuk Kota Bengkulu. Tadi kita juga sudah melakukan zoom meeting dengan Kemendagri dan secara rata-rata kondisi inflasi masih terkendali,” ucap Sehmi.
Namun, adanya lonjakan harga pada beberapa komoditas pangan, khususnya cabai rawit dan cabai merah.
Menurutnya kenaikan tersebut masih dapat dikendalikan dan belum mengganggu stabilitas ekonomi daerah secara signifikan.
“Memang ada lonjakan di beberapa harga, terutama di komoditas cabai, baik cabai rawit maupun cabai merah, tetapi itu masih dalam batas terkendali,” jelas Sehmi.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, Pemerintah Kota Bengkulu akan memperkuat kerja sama dengan daerah-daerah sentra produksi.
Mengingat Kota Bengkulu merupakan daerah konsumen dengan produksi cabai yang minim, ketergantungan terhadap daerah pemasok menjadi tantangan tersendiri.
“Salah satu pemasok utama kita berasal dari Rejang Lebong. Namun di sana pasokannya mulai terbatas, apalagi sejak adanya program MBG. Karena itu, ke depan kita akan terus melakukan rapat dan menyusun strategi pengendalian harga,” ungkap Sehmi.
Jika lonjakan harga cabai menjadi ancaman serius, Pemkot Bengkulu akan mendorong gerakan menanam cabai di setiap rumah sebagai salah satu solusi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan pasokan.
Senada, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan bahwa inflasi Provinsi Bengkulu saat ini berada pada angka 2,68 persen, yang dinilainya masih ideal dan sehat bagi perekonomian.
Baca juga: Pemkot Siapkan Sumber Air Baru untuk Warga Kota Bengkulu, Berasal dari Limpasan PLTA Musi
“Inflasi kita berada di angka 2,68 persen dan itu sebetulnya angka yang ideal. Inflasi bukan soal serendah-rendahnya, tetapi bagaimana menjaga daya beli konsumen sekaligus memastikan produsen tetap mau berusaha,” jelas Wahyu.
Namun fokus kewaspadaan tetap perlu diarahkan pada komoditas bahan makanan.
Ia menjelaskan, inflasi tahun lalu yang sangat rendah, yakni sekitar 0,8 persen, membuat kenaikan harga saat ini terasa lebih signifikan.
“Kenaikan sedikit saja jadi terasa, apalagi di bahan makanan seperti cabai dan bawang merah. Ditambah lagi curah hujan yang tinggi serta kondisi bencana di beberapa daerah pemasok,” ujar Wahyu.
Berita Kota Bengkulu
Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu
Tim Pengendalian Inflasi Daerah
Pemkot Bengkulu
| Pembangunan Hampir Selesai, Taman Tabut Bengkulu Segera Diresmikan |
|
|---|
| BPBD Kota Bengkulu Pastikan Stok Logistik Aman Hadapi Potensi Bencana |
|
|---|
| Momen Upacara Hari Bela Negara ke-77 Pemkot Bengkulu, Pj Sekda Pesankan Ini |
|
|---|
| Profil-Kekayaan Sutapa Kadisnaker Kota Bengkulu, Jejak Panjang Pengabdian Anak Rantauan Yogyakarta |
|
|---|
| Curahan Hati Sopir Pengangkut Sampah TPA Air Sebakul, Mobil Rusak-Pelanggan Protes |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/INFLASI-KOTA-BENGKULU-15122025.jpg)