Jumat, 5 Juni 2026

Keracunan Massal di Lebong

Terkuak Penyebab Keracunan Massal MBG di Lebong, Ternyata Dari Bakso Mengandung Hal Ini

Penyebab Keracunan Massal MBG di Lebong Mulai Terungkap, Ternyata Dari Bakso.

Tayang:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
M Rizki Wahyudi/Tribunbengkulu.com
KERACUNAN - Kolase foto suasana RSUD Lebong saat kasus keracunan massal dan bakso dalam MBG. Ternyata asal keracunan dari bakso yang mengandung bakteri. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa hingga guru di Kabupaten Lebong akhirnya mulai menemukan titik terang.

Dari hasil uji laboratorium, penyebab utama keracunan ternyata berasal dari bakso yang tercemar bakteri, sedangkan untuk makanan lainnya, aman dan tak bermasalah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong, Rachman SKM M.Si, membenarkan temuan tersebut. Ia menyebut, hanya bakso yang terbukti mengandung bakteri.

Sedangkan untuk bahan makanan lain seperti mie, sayuran, maupun tahu dinyatakan aman. Ini berdasarkan hasil uji laboratorium dari BPOM dan Labkesda Bengkulu.

"Ya, baksonya yang terkontaminasi, itu ada bakterinya dari bakso, sedangkan yang lainnya aman,"sampai Rachman kepada TribunBengkulu.com, Rabu (3/9/2025) siang.

Baca juga: Loka POM Pastikan Penyebab Keracunan Massal MBG di Lebong Bengkulu, Indikasi Kontaminasi Silang

Meski begitu, Rachman belum menjelaskan lebih detail terkait hal itu.

Pihaknya masih akan berkoordinasi terlebih dahulu. Juga akan langsung menindaklanjutinya.

"Nanti ya, kita tindaklanjuti dahulu,"singkat Rachman.

Meskipun begitu, pihak kepolisian sudah mengonfirmasi bahwa bakso tersebut mengandung bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini berpotensi memicu gejala keracunan massal.

Bakteri Staphylococcus aureus adalah jenis bakteri yang umum ditemukan di lingkungan sekitar maupun pada tubuh manusia, terutama di kulit, hidung, atau tenggorokan.

Biasanya bakteri ini tidak berbahaya jika berada di luar tubuh. 

Namun, jika masuk ke dalam makanan dan dikonsumsi, bakteri ini bisa menghasilkan racun (toksin) yang memicu gejala keracunan.

Meski jarang menyebabkan kematian, bakteri ini bisa berdampak serius pada kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. Keluhannya meliputi mual, muntah, diare, sakit perut, hingga pusing.

Kontaminasi makanan oleh bakteri ini biasanya terjadi karena proses pengolahan yang tidak higienis.

Misalnya makanan dibiarkan terbuka terlalu lama, suhu penyimpanan yang tidak sesuai, atau sentuhan tangan yang tidak bersih saat mengolah bahan makanan.

Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh, mengatakan pihaknya masih terus mendalami kasus ini. Sejumlah pihak yang terlibat dalam dapur penyedia makanan sudah dimintai keterangan.

“Untuk ketua dapur sempat kami amankan, namun sifatnya hanya dimintai keterangan. Saat ini penyelidikan masih berlanjut,”jelas Kasat.

Seperti diketahui, kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lebong sebelumnya menimpa ratusan siswa dari tingkat TK hingga SMP serta sejumlah guru.

Para korban mengalami gejala mual, muntah, hingga pusing setelah menyantap makanan tersebut.

Totalnya ada 456 siswa hingga guru yang mengalami keracunan usai menyantap makanan tersebut.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved