Keracunan Massal di Lebong
Usai Keracunan Massal di Lebong, Kepsek di Mukomuko Bengkulu Kini Khawatir dengan Program MBG
Kepsek di Mukomuko khawatir kasus keracunan MBG di Lebong terulang meski program di sekolahnya masih lancar.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Ricky Jenihansen
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Usai kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kabupaten Lebong, sejumlah kepala sekolah di Mukomuko, Bengkulu, mulai merasa khawatir dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satunya adalah Kepala SMPN 1 Mukomuko, Marni Juwita, yang mengungkapkan keresahannya meski program di sekolahnya sejauh ini masih berjalan lancar.
Pada 27 Agustus 2025, sebanyak 456 orang mengalami keracunan massal yang diduga akibat program MBG di Kabupaten Lebong, Bengkulu.
Di SMPN 1 Mukomuko, para siswa terlihat antre untuk mengambil makanan bergizi gratis yang tiba pukul 12.20 WIB.
Menu MBG pada hari itu adalah mi ayam dengan kerupuk pangsit kering, sayur sawi, tiga buah anggur, serta satu kotak susu merek Milk Pro.
Para siswa makan bersama di teras kelas karena ruang kelas sudah dibersihkan. Sebagian siswa menyantap mi ayam dengan tangan, sementara yang lain menggunakan sendok karena membawa peralatan makan dari rumah.
Kepala SMPN 1 Mukomuko, Marni Juwita, mengatakan pihaknya khawatir kejadian di Kabupaten Lebong juga terjadi di sekolahnya.
Baca juga: Akhirnya Penyebab Keracunan Massal di Lebong Bengkulu Mulai Terkuak, LOKA POM Beberkan Hasil Temuan
“Tentu khawatir, jika kejadian di Kabupaten Lebong terjadi di sekolah ini (SMPN 1 Mukomuko, red),” ungkap Marni saat diwawancarai, Jumat (29/8/2025) pukul 12.06 WIB.
Marni menjelaskan, di SMPN 1 Mukomuko program MBG sejauh ini masih berjalan baik. Jadwal makan bergizi gratis dilaksanakan pukul 12.00 WIB atau saat istirahat kedua, dengan jumlah penerima sebanyak 522 siswa.
“Alhamdulillah saat ini belum ada kejadian seperti di Kabupaten Lebong dan belum ada kendala yang berarti. Siswa yang menerima program MBG ini 522 siswa,” tutur Marni.
Marni menambahkan, sejauh ini kendala yang muncul hanya sebatas siswa belum terbiasa mengonsumsi makanan yang disediakan.
“Kendala yang ada tidak terlalu berarti, hanya murid belum terbiasa. Seperti murid yang tidak suka makan sayur atau daging, akhirnya mereka tidak memakan menu dari MBG,” jelas Marni.
Untuk diketahui, jumlah sekolah penerima program MBG di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, sebanyak 15 sekolah dengan total 3.380 siswa.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini
Orang Tua di Kepahiang Khawatir Kualitas Makanan MBG Usai Keracunan Massal di Lebong Bengkulu |
![]() |
---|
Akhirnya Penyebab Keracunan Massal di Lebong Bengkulu Mulai Terkuak, LOKA POM Beberkan Hasil Temuan |
![]() |
---|
Gubernur Helmi Hasan Hentikan Sementara Program Makan Bergizi Gratis di Lebong, 456 Siswa Keracunan |
![]() |
---|
Ratusan Murid di Lebong Keracunan MBG, Orang Tua di Mukomuko Bengkulu Khawatir |
![]() |
---|
Orang Tua di Kepahiang Bengkulu Ikut Khawatir Usai Keracunan MBG di Lebong |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.