Senin, 4 Mei 2026

Keracunan Massal di Lebong

Ratusan Murid di Lebong Keracunan MBG, Orang Tua di Mukomuko Bengkulu Khawatir

Orang Tua Khawtir MBG di Mukomuko Bengkulu seperti di Kabupaten Lebong, berharap Pemerintah mengeluarkan kebijakan.

Tayang:
Panji Destama/TribunBengkulu.com
MAKAN BERGIZI GRATIS - Murid SMPN 1 Mukomuko Bengkulu, saat mengambil makan bergizi gratis (MBG) yang baru sampai untuk dibagikan, Jumat (29/8/2025). Orang Tua Khawtir MBG di Mukomuko Bengkulu seperti di Kabupaten Lebong, berharap Pemerintah mengeluarkan kebijakan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Ratusan murid di Kabupaten Lebong keracunan massal diduga mengkonsumsi makan bergizi gratis beberapa waktu lalu.

Tercatat ada 427 orang keracunan massal diduga akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebong, Bengkulu pada Rabu (27/8/2025) kemarin.

Terkait hal itu, orang tua di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu merasa khawatir jika keracunan ini bisa terdampak pada anaknya.

Yusniar warga Kota Mukomuko, menuturkan jika anaknya bersekolah di SDN 3 Mukomuko, anaknya juga menerima makanan bergizi gratis di sekolah.

Saat ini, ia juga khawtir jika kejadian di Kabupaten Lebong soal keracunan masal itu menimpa anaknya.

“Khawatir mas, semoga tidak terjadi dengan anak saya,” ungkap Yusniar saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Jumat (29/8/2025) pukul 10.23 WIB.

Baca juga: Ratusan Siswa dan Guru di Lebong Bengkulu Keracunan Usai Konsumsi MBG, 9 Masih Dirawat

Yusniar menjelaskan, untuk menu makanan bergizi gratis yang didapat anaknya bervariasi, mulai dari ayam, ikan hingga telur.

Kadang juga anak Yusniar tak habis memakan makanan bergizi gratis yang didapat, lantaran rasa yang hambar.

“Kalau anak saya itu jujur, soal makan emang susah tapi kalau makanan dia habis, berarti dia suka, tapai kalau tidak habis dia cerita, rasanya hambar,” tutur Yusniar.

Sementara itu, Ibnu Rusdi salah seorang wali murid warga Kota Mukomuko, juga menceritakan pengalaman anaknya mendapatkan makan bergizi gratis.

Menurutnya Pemerintah Pusat dapat melakukan evaluasi dari program MBG ini, dirinya selaku orang tua tidak mengetahui apakah makanan yang disajiikan ini higenis dan sehat bagi anaknya.

“Harus ada evaluasi, baik itu higenis, kemudian memastikan kesehatannya, lalu memperketat pengawasan dan tidak menimbulkan hal yang negatif setelah dikonsumsi anak, seperti di beberapa daerah (Lebong, red) mengalami keracunan,” jelas Rusdi.

Rusdi mengungkapkan, soal keracunan yang diduga disebabkan oleh MBG ini, jangan sampai terjadi di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Soal menu yang disajikan, lanjut Rusdi, anaknya bercerita jika menu yang ia terima kurang enak rasanya saat dikonsumsi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved