Minggu, 3 Mei 2026

Berita Mukomuko

Bupati Mukomuko Ingatkan Dapur MBG Wajib Profesional, Belajar dari Kasus Keracunan Lebong Bengkulu

Bupati Mukomuko ingatkan dapur MBG harus profesional dan patuhi SOP, agar kasus keracunan massal di Lebong tak terulang.

Tayang:
Panji Destama/TribunBengkulu.com
PROGRAM MBG - Bupati Mukomuko Choirul Huda saat diwawancarai, Senin (19/5/2025). Ia meminta dapur MBG dikelola profesional buntut kasus keracunan massal di Lebong. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO – Bupati Mukomuko, Choirul Huda, menanggapi kasus keracunan massal yang terjadi di Kabupaten Lebong setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG).

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Mukomuko telah menyiapkan tiga lahan untuk pembangunan dapur MBG di wilayah tersebut.

Menurut Choirul Huda, pengelolaan dapur MBG harus dilakukan secara profesional dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Harus dikelola profesional yang berkaitan dengan kebersihan dan keamanan. Kalau masak dengan banyak komponen, itu risikonya besar dengan bakteri-bakteri yang ada,” ujar Huda saat diwawancarai, Selasa (9/9/2025) pukul 14.00 WIB.

Ia menegaskan, dapur MBG di Mukomuko diharapkan dapat belajar dari pengalaman yang terjadi di Kabupaten Lebong.

Untuk itu, lanjut Huda, kebersihan hingga pelaksanaan seluruh prosedur harus benar-benar diperhatikan.

“Pemerintah pusat sudah mewanti-wanti, prosedur yang dilalui harus dengan hati-hati, jangan sampai ada yang salah. Kita harap dapur MBG di Mukomuko dapat belajar dari pengalaman yang ada,” tutur Huda.

Huda mengingatkan, jika pengelolaan dapur MBG di Mukomuko tidak mengikuti prosedur dan standar yang ada, hal itu dikhawatirkan berdampak pada anak-anak penerima program MBG.

Ia juga berharap seluruh dapur MBG di Mukomuko benar-benar menjalankan mekanisme sesuai standar dan prosedur yang berlaku.

“Saya himbau dapur MBG di Kabupaten Mukomuko dapat melakukan mekanisme sesuai dengan standar dan prosedur yang ada. Sekali salah, yang terdampak bahaya nanti anak-anak kita,” kata Huda.

Diketahui, Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebong untuk sementara dihentikan setelah kasus keracunan massal menimpa ratusan siswa dan guru pada Rabu (27/8/2025). Insiden itu terjadi usai para siswa mengonsumsi sajian MBG berupa bakso yang tercemar bakteri.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebong, Rachman, S.K.M, menyampaikan tim dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dijadwalkan turun langsung ke Lebong untuk melakukan investigasi lanjutan. Kehadiran tim tersebut sekaligus memeriksa kondisi lapangan, terutama dapur penyedia makanan MBG.

“Tim akan melihat langsung kondisi di lapangan, termasuk dapur MBG yang ada di Lebong. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengevaluasi SOP pelaksanaan,” jelas Rachman.

Menurut Rachman, Dinkes Lebong juga mengintensifkan pengawasan mulai dari kualitas air hingga bahan makanan yang digunakan. Langkah ini dilakukan agar kasus serupa tidak kembali terjadi. Selain itu, pelatihan terkait pengelolaan kebersihan makanan dan lokasi juga diberikan agar tidak lagi terpapar bakteri.

“Kita sudah sampaikan agar pengelolaan di dapur MBG bisa lebih ditingkatkan lagi SOP-nya, sehingga tidak ada lagi yang terpapar bakteri,” lanjutnya.

Meski demikian, Rachman menegaskan Pemkab Lebong tetap mendukung penuh keberlangsungan program MBG karena dinilai sangat positif jika dilaksanakan dengan baik. Namun, pelaksanaannya masih menunggu arahan lebih lanjut dari BGN.

“Informasi sementara, di Lebong ada sekitar 15 dapur umum yang disiapkan untuk program MBG. Kita siap mendukung, tapi yang terpenting, kejadian keracunan kemarin tidak boleh terulang,” tegas Rachman.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved