Minggu, 7 Juni 2026

Berita Populer Bengkulu

Berita Populer Mukomuko Bengkulu 15-21 September 2025: Gempa 5,2 M hingga Panen Raya

Gempa 5,2 M, waspada DBD, pelantikan Sekda baru hingga usulan 1.879 formasi PPPK warnai sepekan Mukomuko.

Tayang:
Panji Destama/TribunBengkulu.com
BERITA POPULER – Alat deteksi gempa bumi milik BPBD Mukomuko Bengkulu yang merekam guncangan pada Senin (15/9/2025) (kiri), dan pelantikan PPPK di halaman Kantor Bupati Mukomuko, Bandar Ratu, Kecamatan Kota Mukomuko, Minggu (24/6/2025) (kanan). Gempa bumi 5,2 magnitudo hingga penetapan formasi PPPK paruh waktu menjadi berita populer di Mukomuko, 15-21 September 2025. 

Dari laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) beberapa minggu terakhir, sejumlah wilayah di Kabupaten Mukomuko dilanda hujan.

Kabid Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Hamdan A., mengatakan masyarakat harus selalu waspada terhadap kemungkinan penyebaran DBD.

“Masyarakat diminta selalu waspada pada penyebaran DBD yang bisa menyerang siapa saja,” ungkap Hamdan saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (15/9/2025).

Hamdan menjelaskan ada tiga faktor yang menyebabkan meningkatnya risiko DBD, yaitu faktor individu, lingkungan, dan virus itu sendiri.

“Seseorang berisiko terkena penyakit DBD kalau lingkungannya sangat nyaman untuk berkembang biaknya nyamuk. Kemudian, lingkungan tempat tinggal seseorang itu memang sudah ada virusnya,” tutur Hamdan.

Hamdan mengungkapkan orang yang berisiko terinfeksi DBD adalah mereka yang memiliki imunitas menurun.

Hingga akhirnya virus masuk dan tubuh tidak mampu melawan, sehingga terinfeksi.

“Orang yang berisiko terinfeksi DBD ini, bagi mereka yang memiliki imunitas yang menurun, hingga akhirnya tubuh tak bisa melawan dengan baik dan terinfeksi,” jelas Hamdan.

Meskipun demikian, pada bulan Agustus 2025 pihaknya tidak menerima laporan adanya kasus DBD dari 17 puskesmas di 15 kecamatan di Mukomuko.

Namun pihaknya terus mengingatkan masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan pola hidup 3M Plus.

Langkah itu meliputi menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air; memelihara ikan pemakan jentik; menggunakan kelambu atau lotion anti-nyamuk; membersihkan saluran air; serta gotong royong bersih-bersih lingkungan.

Berikut gejala-gejala DBD:

  • Gejala Awal DBD (Hari 1–3):
  • Demam tinggi mendadak (bisa mencapai 39–41°C).
  • Sakit kepala hebat.
  • Nyeri di belakang mata.
  • Nyeri otot dan sendi (sering disebut “breakbone fever”).
  • Mual dan muntah.
  • Lemas atau cepat lelah.
  • Nafsu makan menurun.
  • Gejala Lanjutan (Hari 4–6):
  • Bintik-bintik merah di kulit (petechiae) akibat pecahnya pembuluh darah.
  • Gusi atau hidung berdarah.
  • Mimisan.
  • Perut kembung atau nyeri ulu hati.
  • Muntah terus-menerus.
  • Buang air sedikit (tanda dehidrasi).
  • Tangan dan kaki dingin meskipun suhu tubuh turun (tanda bahaya!).
  • Tanda Bahaya DBD (Fase Kritis — biasanya hari ke-4 sampai ke-6):
  • Tiba-tiba demam menurun, tetapi kondisi fisik memburuk.
  • Pendarahan hebat (tinja berwarna hitam, muntah darah).
  • Penurunan kesadaran.
  • Syok (tekanan darah turun, nadi lemah).

“Fase ini sangat berbahaya dan sering disangka sudah sembuh karena demam menurun, padahal tubuh masuk fase kritis,” tutup Hamdan.

Untuk diketahui, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Mukomuko selama semester pertama 2025 menurun.

Angka kematian akibat DBD juga mengalami penurunan.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved