Berita Populer Bengkulu
Berita Populer Mukomuko Bengkulu 15-21 September 2025: Gempa 5,2 M hingga Panen Raya
Gempa 5,2 M, waspada DBD, pelantikan Sekda baru hingga usulan 1.879 formasi PPPK warnai sepekan Mukomuko.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Ricky Jenihansen
Pada Januari–Agustus 2024 tercatat 512 kasus dengan dua orang meninggal dunia.
Sementara pada Januari–Agustus 2025 tercatat 69 kasus.
Baca juga: Musim Hujan Dinkes Mukomuko Imbau Warga Waspadai Kasus DBD, Berikut Gejala-gejalanya
3. Bupati Mukomuko Lantik Sekda
Bupati Mukomuko, Choirul Huda, melantik Marjohan sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mukomuko.
Pelantikan berlangsung di aula Bappelitbangda Kabupaten Mukomuko pada Rabu (17/9/2025).
Kegiatan dimulai pukul 15.20 WIB dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mukomuko.
Sebelumnya, Marjohan menjabat Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Mukomuko, kemudian Penjabat Sekda Kabupaten Mukomuko, sebelum mengikuti lelang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT).
Bupati Choirul Huda berpesan agar Sekda yang baru dapat mengelola dan mengatur aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Mukomuko.
“Untuk Sekda yang baru dilantik ini dapat mengelola dan mengatur ASN dengan baik, agar roda pemerintahan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan visi-misi,” ungkap Huda saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Rabu (17/9/2025) pukul 15.54 WIB.
Huda menjelaskan saat ini pihaknya menghadapi efisiensi anggaran, sehingga Marjohan diminta fokus pada pengelolaan anggaran yang masuk skala prioritas.
Skala prioritas yang dimaksud meliputi pelayanan dasar bagi masyarakat hingga upaya menumbuhkan pertumbuhan ekonomi di Mukomuko.
“Kita ketahui sekarang kita tengah dihadapi oleh keterbatasan (efisiensi anggaran, red), jadi kita harus bisa melihat skala prioritas yakni pelayanan dasar bagi masyarakat hingga menumbuhkan perekonomian di Mukomuko,” tutur Huda.
Huda menambahkan skala prioritas ini harus dikelola dengan baik.
Ia juga meminta Marjohan segera mengisi kekosongan jabatan yang ada di organisasi perangkat daerah (OPD).
“Saya juga berpesan untuk jabatan yang kosong di OPD untuk segera diisi,” jelas Huda.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Mukomuko, Marjohan, mengatakan dirinya menerima amanah yang harus segera diwujudkan.
“Dengan amanah yang sudah dipercayakan oleh Bupati Mukomuko kepada Marjohan. Seperti yang diketahui saat ini pihaknya masih menghadapi efisiensi anggaran,” papar Marjohan.
Ia memastikan akan segera melaksanakan arahan Bupati Choirul Huda, terutama terkait skala prioritas pelayanan dasar bagi masyarakat sesuai kondisi keuangan daerah.
“Sesuai dengan arahan pak Bupati yang diutamakan saat ini, skala prioritas dalam hal ini pelayanan dasar untuk masyarakat disesuaikan sesuai keadaan dan kondisi keuangan,” tutup Marjohan.
Baca juga: Bupati Mukomuko Bengkulu Lantik Marjohan Jadi Sekda, Fokus Kelola ASN dan Pelayanan Masyarakat
4. Panen Raya — Kelompok Tani Hanya Miliki 1 Mesin Panen
Petani di Desa Arah 3, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko menggelar panen raya padi pada Kamis (18/9/2025) siang.
Panen yang mengundang Bupati Mukomuko Choirul Huda dan Wakil Ketua Komisi III DPRD Mukomuko, Frenky Janas, dilaksanakan di lahan seluas 400 hektare sawah di Desa Arah 3.
Ketua Kelompok Tani Juragan Sakti I Arah 3, Kadri, mengatakan panen ini merupakan musim panen kedua tahun 2025.
“Hari ini kita panen sebanyak 21 ton dari 3 hektare sawah,” ungkap Kadri saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (18/9/2025) pukul 14.35 WIB.
Kadri menjelaskan panen raya ini tidak bisa dilakukan secara serentak karena mesin panen padi hanya ada satu.
Mesin panen tersebut merupakan bantuan pemerintah untuk kelompok tani.
Dirinya berharap ada bantuan tambahan mesin panen untuk kelompok tani.
“Karena mesin panen cuma satu, jadi kami memakainya bergantian. Kalau mau sewa ke orang mahal, sekarung itu bisa Rp 36 ribu,” tutur Kadri.
“Kalau bisa ada lagi bantuan dari pemerintah untuk mesin panen padi, agar panen padi bisa lebih efisien dan tidak memakan waktu,” lanjut Kadri.
Kadri mengungkapkan setidaknya pihaknya membutuhkan empat unit mesin panen padi agar panen lebih efisien.
Jika harus menyewa mesin panen, petani akan menanggung biaya dan harus menunggu antrean penggunaan mesin.
“Kalau nyewa mesin panen kita juga harus menunggu antrian untuk menggunakannya, karena kita harus antri,” tutup Kadri.
Sementara itu, Bupati Choirul Huda memberikan sejumlah bantuan terkait alat pertanian kepada kelompok tani.
Bupati mengucapkan terima kasih kepada petani yang sudah melaksanakan panen raya.
Dengan adanya panen raya ini, menurut Huda, Kabupaten Mukomuko mulai bergerak menuju swasembada pangan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada petani yang sudah melaksanakan panen raya ini. Dengan adanya panen ini dapat mencukupi kebutuhan, bisa saja kita bisa menjadi daerah dengan swasembada pangan,” kata Huda.
Terkait bantuan mesin panen padi, pihak pemerintah akan berkolaborasi dengan DPRD untuk pengadaan sarana dan prasarana pertanian.
“Untuk pengadaan alat tani baik sarana dan prasarana ini, tentu kita akan berkolaborasi dengan DPRD, agar kebutuhan para petani benar-benar terakomodasi,” tutup Huda.
Baca juga: Curhat Petani Arah 3 Mukomuko Bengkulu: Panen Raya, Tapi Mesin Pemanen Cuma 1
5. Usulan Formasi PPPK-PW 1.879 Mukomuko Ditetapkan
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) telah menetapkan jumlah formasi untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak Paruh Waktu (PPPK-PW) untuk Kabupaten Mukomuko.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko mengusulkan 1.879 formasi untuk tenaga honorer dan usulan tersebut telah disetujui oleh Kemenpan RB.
Sekretaris Daerah Kabupaten Mukomuko, Marjohan, mengatakan pihaknya sudah menerima surat keputusan (SK) dari Kemenpan RB perihal penetapan formasi PPPK-PW.
“Kemarin kita sudah menerima SK dari Kemenpan RB soal usulan formasi PPPK-PW, sebanyak 1.879 formasi,” ungkap Marjohan saat dihubungi TribunBengkulu.com, Minggu (21/9/2025) pukul 11.55 WIB.
Marjohan menjelaskan calon PPPK-PW diharapkan segera mengisi daftar riwayat hidup (DRH) sesuai jadwal yang ditetapkan.
Untuk pengisian DRH PPPK-PW, batas terakhir dilakukan pada Senin (22/9/2025).
“Terakhir besok untuk pengisian DRH PPPK-PW tanggal 22 September 2025,” tutur Marjohan.
Marjohan juga menjelaskan pihaknya mengalokasikan kebutuhan PPPK-PW sebanyak 1.879 formasi.
Rinciannya, PPPK-PW dari pegawai non-ASN yang terdaftar pada pangkalan data Badan Kepegawaian Negara (BKN) sejumlah 923 orang, terdiri dari guru 330, tenaga kesehatan 5, dan tenaga teknis 588.
“Sementara untuk PPPK-PW dari pegawai non-ASN yang tidak terdaftar pada pangkalan data BKN sejumlah 956, terdiri dari guru 167, tenaga kesehatan 270, dan tenaga teknis 519,” jelas Marjohan.
Pihaknya juga mendapat arahan dari Kemenpan RB agar peserta PPPK tahap 1 dan tahap 2 dapat melakukan perbaikan data pribadi hingga Desember 2025.
Tujuannya agar peserta dapat memperbaiki data seperti NIK, formasi, atau detail teknis lainnya.
“Perbaikan data untuk PPPK tahap 1 dan tahap 2 ini tak hanya di Kabupaten Mukomuko saja namun di seluruh Indonesia hingga Desember 2025. Perbaikan data ini dilakukan melalui aplikasi,” tutup Marjohan.
Baca juga: KemenpanRB Tetapkan 1.879 Formasi PPPK Paruh Waktu untuk Mukomuko Bengkulu, Batas Input Data Besok
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini
Berita Populer Bengkulu
Mukomuko
gempa bumi
Bengkulu
Bupati Teddy Rahman
Wabup Seluma Gustianto
Dinkes Seluma
| Berita Populer Bengkulu Selatan 1-6 Juni 2026: Harga Sawit hingga Camat Ngamuk di Sekolah |
|
|---|
| Berita Populer di Kepahiang 25-31 Mei 2026: 15 Pelajar SMP Kepahiang Terancam Putus Sekolah |
|
|---|
| 5 Berita Populer Kota Bengkulu Sepekan 25 - 30 Mei 2026 |
|
|---|
| Berita Populer Bengkulu Selatan 25-30 Mei 2026: Jembatan Sekunyit Rampung hingga Demam Piala Dunia |
|
|---|
| Berita Populer di Kepahiang 18-24 Mei 2026: Kasus kematian Gita Masuk Tahap II-Sejoli Buang Bayi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Berita-Populer-Mukomuko-Bengkulu-15-21-September-2025.jpg)