Jumat, 29 Mei 2026

Berita Nasional

Heboh 1.098 Sapi Kurban Prabowo Rp 100 Miliar dari APBN, MUI Akhirnya Buka Suara

Heboh 1.098 sapi kurban Presiden Prabowo Subianto senilai Rp 100 miliar dari APBN menjadi perbincangan hangat di media sosial. 

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Dok Dinas Pertanian Bengkulu Selatan
SAPI KURBAN - Sapi kurban dengan berat satu ton terpilih menjadi salah sapi kurban presiden Presiden tahun 2026 untuk wilayah Bengkulu. Hewan kurban Prabowo mencapai nilai ratusan milyar dan sedang ramai diperbincangkan soal asal-usul anggarannya. 

Ringkasan Berita:
  • Pengadaan 1.098 sapi kurban Prabowo dari APBN Rp 100 miliar ramai diperdebatkan publik.
  • Wamensesneg Juri menyebut sapi kurban itu bagian dari program Banpres untuk masyarakat.
  • Pemerintah menegaskan bantuan kurban bukan untuk kepentingan pribadi Presiden.
  • MUI menyatakan penggunaan APBN untuk kurban Presiden tidak bermasalah secara syariat.
  • Sapi kurban Prabowo disalurkan ke ratusan daerah, lembaga sosial, dan pesantren.

TRIBUNBENGKULU.COM - Heboh 1.098 sapi kurban Presiden Prabowo Subianto senilai Rp 100 miliar dari APBN menjadi perbincangan hangat di media sosial. 

Polemik itu muncul setelah publik mengetahui anggaran pengadaan hewan kurban tersebut berasal dari APBN.

Diketahui, Prabowo menyalurkan sebanyak 1.098 sapi kurban untuk Iduladha 2026 dengan total anggaran mencapai Rp 100 miliar yang bersumber dari APBN.

Harga rata-rata per ekor diperkirakan mencapai sekitar Rp 91 juta di setiap daerah tergantung pada bobot dan lokasi pembelian.

Publik mempertanyakan soal kurban apakah boleh dari APBN.

Ada juga yang menganggap kurban semestinya dari uang pribadi.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro buka suara terkait polemik penggunaan anggaran negara dalam pengadaan sapi kurban Presiden.

Ia mengatakan bahwa penyaluran sapi kurban dari Presiden Prabowo kepada masyarakat pada Hari Raya Iduladha tahun ini merupakan bagian dari program Bantuan Kemasyarakatan Presiden atau Banpres yang telah berlangsung sejak lama.

Menurutnya, sapi kurban tersebut pada dasarnya adalah bantuan pemerintah kepada masyarakat agar warga, khususnya yang membutuhkan, dapat ikut merayakan Iduladha dan menikmati daging kurban.

“Maksud dari sapi kurban dari Presiden adalah bantuan pemerintah kepada masyarakat. Tujuannya agar warga yang membutuhkan dapat merayakan Iduladha dengan menyembelih hewan kurban bersama,” ujar Juri di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Juri mengungkapkan, tahun ini sebanyak 1.098 ekor sapi disalurkan Presiden Prabowo Subianto ke berbagai penjuru Indonesia.

Sebagai bantuan kepada masyarakat, penggunaan alokasi anggaran Banpres merupakan hal yang lazim dan telah menjadi praktik pemerintahan pada tahun-tahun sebelumnya.

Ia menegaskan, bantuan sapi kurban tersebut tidak ditujukan untuk kepentingan pribadi Presiden, melainkan sepenuhnya disalurkan kepada masyarakat di berbagai daerah.

Pemerintah ingin kehadiran negara dapat dirasakan langsung oleh warga, terutama melalui momentum keagamaan yang memiliki nilai sosial tinggi seperti Iduladha.

Juri juga menambahkan bahwa secara personal, Presiden Prabowo tetap menunaikan ibadah kurban atas nama pribadi menggunakan dana sendiri.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved