Berita Nasional
Guru Besar IPB: Mitra MBG Harus Dibangun Mindset dan Perilaku untuk Zero Corruption
Guru Besar IPB menekankan tata kelola dapur MBG, pengawasan berlapis, dan budaya zero corruption untuk mendukung program.
Ringkasan Berita:
- Prof Hardinsyah menegaskan pentingnya tata kelola dapur dalam Program MBG.
- Dapur MBG harus dikelola sesuai standar gizi, keamanan pangan, dan sanitasi.
- Pengawasan dan audit berlapis diperlukan dalam pelaksanaan program.
- Mitra MBG didorong menerapkan prinsip zero corruption dan zero food safety incidence.
- Penggunaan pangan lokal dan kolaborasi lintas sektor dinilai penting bagi keberlanjutan program.
TRIBUNBENGKULU.COM - Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Prof Hardinsyah, menegaskan pentingnya membangun pola pikir dan perilaku antikorupsi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat, baik pekerja maupun mitra program, harus memiliki komitmen terhadap prinsip zero corruption dan zero food safety incidence agar program dapat berjalan aman, efektif, dan berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof Hardinsyah saat menjadi narasumber dalam program Jendela Negeri TVRI dengan topik "Menata Dapur MBG, Mendukung Perbaikan Gizi" pada 8 Juni 2026.
Tata Kelola Dapur Program MBG
Prof Hardinsyah menegaskan pentingnya tata kelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar mampu mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya peserta didik.
“Keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan pangan, tetapi juga oleh ekosistem pengelolaan dapur yang baik,” ujar Prof Hardinsyah, dikutip dari laman IPB.
Menurutnya, dapur MBG perlu dikelola secara profesional berdasarkan standar gizi, standar menu, pengadaan, penyimpanan, pengolahan, pemorsian dan pendistribusian pangan yang aman hingga pengawasan mutu makanan sebelum diberikan kepada penerima manfaat.
Ia menjelaskan, tata kelola dapur yang baik mencakup berbagai aspek.
Mulai dari penetapan titik dan mitra dapur; desain dan fisik dapur yang memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi lingkungan, keamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja, pengelolaan food waste, hingga ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
Pengawasan dan Audit Berlapis
Ia mengatakan, diperlukan manajemen yang akuntabel dan transparan, penegakkan kebijakan, standar operasional prosedur (SOP) dan etika, serta pengawasan dan audit berlapis, termasuk pelibatan pihak eksternal seperti orang tua siswa dan tokoh masyarakat yang telah dilatih.
"Setiap yang bekerja dan jadi mitra MBG harus dimotivasi dan dibangun mindset dan perilaku untuk zero corruption dan zero food safety incidence," ujarnya.
Penggunaan Pangan Lokal dan Kolaborasi
Selain itu, Prof Hardinsyah juga menekankan pentingnya penggunaan bahan pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
| Kemenkes Akan Panggil Farmasi yang Naikkan Harga Obat di Atas 20 Persen Imbas Dolar AS |
|
|---|
| Dolar Meroket, Kemenkes Pastikan Harga Obat Tak Naik Lebih dari 20 Persen |
|
|---|
| Istana Sebut Prabowo Pemimpin Reformasi Jilid II, Klaim Hemat APBN hingga Rp300 Triliun |
|
|---|
| 301 Guru Besar UI Lawan Putusan PTUN Kasus Disertasi Bahlil: Preseden Buruk Dunia Akademik |
|
|---|
| Inilah Daftar Barang yang Berpotensi Naik Harga saat Dolar AS Meroket |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Usin-Ketua-Komisi-IV-DPRD-Provinsi-Bengkulu-saat-memeriksa-dapur-MBG-pondok-kelapa.jpg)