Senin, 25 Mei 2026

Berita Nasional

Bertemu Prabowo Ahmad Dhani Usulkan UU Anti Flexing, Ditengah 17+8 Tuntutan Rakyat

Presiden Prabowo Subianto memanggil seluruh anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Senin (8/9/2025) malam.

Tayang:
Editor: Yuni Astuti
Kompas.com/Adhyasta Dirgantara
AHMAD DHANI TEMU PRABOWO - Ahmad Dhani usulkan UU Anti Flexing ketika bertemu Prabowo, Selasa (9/9/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Presiden Prabowo Subianto memanggil seluruh anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Senin (8/9/2025) malam.

Diungkapkan jika dalam pertemuan tersebut, Prabowo membicarakan banyak hal kepada kadernya yang menjabat sebagai anggota DPR RI di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

Presiden Prabowo minta agar kader Partai Gerindra yang menjadi musuh masyarakat, karena flexing dan suka pamer harta.

Salah satu kader Gerindra yang mengikuti pertemuan tersebut yakni musisi Ahmad Dhani.

"Arahannya banyak. Cuma tadi satu yang paling penting, jadi Bapak Prabowo menyarankan supaya anggota DPR Gerindra itu tidak boleh flexing," ujar Dhani dikutip dari Kompas.com. 

Ahmad Dhani mengatakan bahwa dirinya hanya manut saja ketika dilarang flexing. 

"Saya juga iya-iya saja. Wong saya tidak pernah flexing kan ya," ujarnya. 

Setelah itu, Ahmad Dhani pun mengusulkan dibuatnya undang-undang anti-flexing agar para pejabat tidak pamer tanpa empati ke rakyat. 

"Dan akhirnya saya tadi mengusulkan kepada pimpinan, Bang Dasco, bahwa harus ada undang-undang anti-flexing seperti di China, dan Bang Dasco setuju," kata Dhani.

Baca juga: Detik-Detik Ahmad Dhani Nyaris Diusir dari Rapat RUU Hak Cipta, Terus Potong Ucapan Judika dan Ariel

Dasco yang dia sebut adalah Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang merupakan Ketua Harian Partai Gerindra. 

Baca juga: Ini 7 Seruan Aliansi Kebangsaan agar Indonesia Bersatu Adil dan Makmur, Harapan di Presiden Prabowo

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Sugiono, mengatakan bahwa Presiden Prabowo menyampaikan banyak arahan kepada para anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, salah satunya agar menjaga tingkah laku. 

"Menjaga juga gaya hidup agar tidak berlebihan, tidak menyakiti masyarakat, dan bisa menjadi representasi yang baik. Saya kira itu saja," ucap Sugiono. 

Dia kembali menekankan perihal perilaku pamer atau flexing sama sekali tidak ada gunanya. 

"Itu saja pesannya, menjaga gaya hidup. Terus kemudian menjaga tutur kata, menjaga ucapan, jangan sombong, jangan pamer, apa istilahnya itu, flexing, enggak ada gunanya," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved