Kamis, 4 Juni 2026

Berita Nasioal

Pertama Rapat Purbaya Sadewa Langsung di Skakmat DPR, Singgung Utang Warisan Sri Mulyani

Lagi-lagi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menjadi sorotan, terbaru ia diskakmat anggota DPR saat rapat.

Tayang:
Editor: Yuni Astuti
Tangkapan Layar Youtube KompasTV
PURBAYA JADI SOROTAN - Kolase foto Purbaya Sadewa (kiri) dan Harris Turino (kanan). Pertama kali rapat dengan DPR, Purbaya langsung di skakmat anggota DPR singgung soal utang yang ditinggalkan Sri Mulyani, Kamis (11/9/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Lagi-lagi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menjadi sorotan.

Yudhi Sadewa merupakan Menteri Keuangan yang baru saja dilantik Prabowo menggantikan Sri Mulyani.

Baru saja menjabat sebagai Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa sudah viral karena perkataannya yang menyinggung perasaan rakyat.

Terbaru saat melakukan rapat pertama kali dengan Komisi XI DPR, ia di skakmat oleh salah satu anggota DPR, Rabu (10/9/2025).

Dalam rapat itu, ada anggota DPR yang mengungkit soal utang warisan Sri Mulyani.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi PDIP, Harris Turino.

Dalam paparannya, dia menyoroti utang pemerintah saat rapat di hadapan Purbaya Yudhi Sadewa.

Sebelum mengungkit hal itu, Haris sempat mengucapkan selamat dan memberikan pujian kepada Purbaya.

"Pertama-tama selamat pak ya, dua hari jadi menteri sekaligus dua hari Bapak jadi orang yang paling viral seluruh Indonesia ya," kata Haris dikutip dari Youtube Kompas TV, Rabu.

Haris kemudian menyoroti komentar Purbaya sebelumnya yang optimis pertumbuhan ekonomi 6-7 persen.

"Ada satu komentar Bapak yang paling menarik, yang saya sukai, Pak. Tumbuh 6 sampai 7 persen ya. Padahal kita tahu APBN 2026 dipatok di 5,4 persen," ujarnya.

"Nah, kita juga tahu bahwa PHK masih terjadi, pak. Pengangguran walaupun turun ya masih terasa di masyarakat. Angka kemiskinan juga walaupun turun masyarakat daya belinya masih susah," imbuh Harris.

Baca juga: Ogah Bikin Heboh Lagi, Menkeu Purbaya Pilih Bicara Pakai Kertas dari Staf, Malah Kena Rayuan DPR

Dia menjelaskan bahwa defisit APBN 2,48 persen harus dijaga ketat.

Utang jatuh tempo tahun ini cukup tinggi dan juga tekanan internasional belum terlalu positif. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved