Kamis, 4 Juni 2026

Berita Nasional

Respon Jenderal Listyo, Soal Isu Dirinya Mundur dari Kapolri Sebut Banyak yang Keberatan

Begini respon Jenderal Listyo Sigit Prabowo soal isu kemunduran terhadap dirinya.

Tayang:
Editor: Yuni Astuti
Tangkapan Layar Tribun-Video.com
ISU KAPOLRI DICOPOT - Foto Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Begini respon Kapolri Listyo Sigit Prabowo soal isu dirinya mundur dari jabatan, Jumat (26/9/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Isu beredar sangat mencuat soal Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang diisukan mundur dari jabatan.

Beredar kabar Jenderal Listyo akan mengakhiri jabatannya sebagai Kapolri sampai akhir tahun ini.

Meski sudah begitu lama kabar tersebut mencuat, kini Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya buka suara soal isu tersebut.

Dalam ungkapannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ternyata telah menanyakan kepada teman, pejabat serta para anggota Polri bagaimana jika dirinya mundur sebagai Kapolri.

Ia mengklaim dari pertanyaan yang ia utarakan banyak yang keberatan tentang hal tersebut.

"Itu saya sampaikan juga ke teman-teman, ke para pejabat, ke anggota, 'bagaimana kalau saya mundur?' Namun dari mereka juga banyak yang keberatan.

Dan kemudian saya berpikir bahwa mundur di dalam situasi kondisi seperti ini, sama saja saya meninggalkan kondisi anggota, kondisi institusi yang sedang terpuruk, yang karut-marut, dan kemudian saya mundur, saya tidak tanggung jawab," kata Sigit dalam program Rosi di Kompas TV, Kamis (25/9/2025) malam.

"Karena bagi saya, saya terbebas dari itu, saya meninggalkan organisasi, saya meninggalkan anak buah saya dalam keadaan seperti itu. Tentunya yang harus saya lakukan adalah bagaimana mengembalikan mereka, mengembalikan moril mereka, bagaimana mereka bisa bekerja normal lagi," sambung dia. 

Lalu, Sigit turut mengingatkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki hak prerogatif mengenai nasib para 'pembantunya'. 

Dia menekankan, mereka hanyalah prajurit yang tegak lurus terhadap arahan Presiden. 

"Setelah itu tentunya prerogatif Presiden. Kami prajurit, kita tegak lurus terhadap apa yang menjadi perintah Presiden," tegas Sigit.

Saat ditanya kenapa tidak mundur dari Kapolri sebagai bentuk tanggung jawab moril, Sigit menyebut pengunduran dirinya malah akan memperkeruh suasana. 

Apalagi, menurut Sigit, bawahannya di Polri membutuhkan figur yang bertanggung jawab di momen krusial seperti kerusuhan Agustus 2025 lalu. 

"Ya karena memang kondisi itu bukan membuat menjadi semakin baik, justru sebaliknya. Mereka butuh figur yang berani mengambil posisi tanggung jawab. Dan saat itu kita sudah dalam diskusi yang sebaiknya bagaimana. Dan saya juga sudah sampaikan bahwa saya siap mengambil risiko apapun, dan saya siap dicopot. Dan itu saya sampaikan kepada para pejabat utama saat itu. Sebelum kemudian saya mengambil langkah dan perintah untuk anggota berani mengambil langkah tegas," papar dia. 

Sigit meyakini, pengunduran dirinya dari Kapolri tidak akan menyelesaikan masalah saat itu. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved