Senin, 8 Juni 2026

Viral di Media Sosial

Konflik Israel–AS vs Iran Memanas, Harga BBM di Indonesia Terancam Naik, Ini Penyebabnya  

Dampak konflik antara Israel, Amerika Serikat dan Iran yang makin memanasterhadap stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia.

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Kompas.com
KONFLIK AS DAN IRAN - Dampak konflik antara Israel, Amerika Serikat dan Iran yang makin memanas terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia, harga BBM terancam naik, Senin (2/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Konflik Israel–Amerika Serikat–Iran mendorong harga minyak Brent naik ke US$73 per barel.
  • Penutupan Selat Hormuz picu gangguan pasokan dan lonjakan biaya logistik global.
  • Indonesia terancam tekanan subsidi energi, APBN, dan kenaikan harga barang.
  • Dino Patti Djalal nilai ide Prabowo Subianto jadi mediator tidak realistis.
  • Ia minta Indonesia fokus pada sikap tegas sesuai prinsip hukum internasional.

TRIBUNBENGKULU.COM - Dampak konflik antara Israel, Amerika Serikat dan Iran yang makin memanasterhadap stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia.

Serangan militer yang berlangsung sejak akhir pekan membuat harga minyak mentah dunia melonjak tajam.

Harga minyak Brent dilaporkan naik dari kisaran US$65 per barel pada awal Februari menjadi sekitar US$73 per barel.

Harga minyak Brent adalah harga acuan (benchmark) minyak mentah dunia yang berasal dari ladang minyak di Laut Utara.

Jadi, US$73 per barel kira-kira setara sekitar Rp1,23 juta per barel (kurs saat ini).

Bahkan, dalam skenario terburuk, harga minyak berpotensi menembus US$120 per barel seperti saat pecahnya perang Rusia-Ukraina.

Lonjakan harga energi ini tak lepas dari penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak mentah global.

Penutupan tersebut membuat distribusi energi terganggu dan meningkatkan ketidakpastian pasar.

Selain berdampak pada pasokan minyak, gangguan jalur pelayaran juga berpotensi menghambat arus perdagangan internasional.

Jika kapal-kapal harus memutar melalui jalur Afrika untuk menghindari kawasan konflik, biaya logistik global akan melonjak.

Dampaknya turut dirasakan negara-negara yang bergantung pada impor bahan baku dan energi, termasuk Indonesia.

Kenaikan harga minyak mentah berisiko memperbesar beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Jika pemerintah tidak melakukan realokasi anggaran, tekanan fiskal dikhawatirkan semakin berat.

Di sisi lain, ruang penambahan utang dinilai tidak mudah di tengah sorotan lembaga pemeringkat internasional terhadap kualitas pengelolaan fiskal nasional.

Dari sisi pelaku usaha, lonjakan harga BBM akan berdampak langsung pada biaya operasional transportasi darat.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved