Kecelakaan Kereta Api di Bekasi
Sinyal Eror, Ini Dugaan Awal Penyebab Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi
Di tengah proses investigasi yang masih berjalan, muncul berbagai spekulasi soal penyebab KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Ringkasan Berita:
- KA Argo Bromo Anggrek bertabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur (27/4) malam, menewaskan 16 orang dan puluhan luka-luka.
- Muncul dugaan awal penyebab kecelakaan, termasuk spekulasi gangguan sinyal yang viral di media sosial.
- Seorang pria berseragam KAI menyebut ada indikasi sinyal error sebelum terjadinya tabrakan.
- Dirut PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan pihaknya mendukung penuh investigasi KNKT dan akan mengikuti seluruh rekomendasi.
TRIBUNBENGKULU.COM - Tragedi KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam, meninggalkan duka yang mendalam.
Korban tewas kecelakaan kereta api tersebut mencapai 16 orang dan puluhan orang terluka.
Di tengah proses investigasi yang masih berjalan, muncul berbagai spekulasi soal penyebab kecelakaan, termasuk video viral yang menyebut adanya dugaan gangguan sinyal.
Seorang pria berseragam KAI mengatakan ada dugaan sinyal eror sehingga KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL.
Merespons hal tersebut, Direktur Utama (Dirut) PT KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan pihaknya mendukung investigasi dari KNKT mengenai penyebab pasti tabrakan.
"Ya tentunya seperti yang saya sampaikan sebelumnya adalah kita mendukung penuh investigasi yang sedang dan akan dilakukan oleh KNKT. Dan tentunya kita juga akan mematuhi dan akan mengikuti semua rekomendasi yang akan dilakukan oleh KNKT. Untuk sementara itu yang bisa saya jawab," jelas Bobby saat konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Dalam kesempatan yang sama, Bobby menegaskan bahwa layanan KRL di Stasiun Bekasi Timur mulai dibuka pada Rabu (29/4) siang.
Semua akan dipastikan beroperasi seperti sebelumnya.
"Insyaallah siang kita akan membuka layanan KRL kita, Cikarang Line yang akan beroperasi dan berfrekuensi sama dengan sebelumnya," ujarnya.
Bobby menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas KAI.
Pihaknya tidak ingin menurunkan tingkat keselamatan.
"Kami perlu menegaskan juga, keselamatan adalah prioritas kami. Kami tidak ada toleransi sama sekali untuk melanggar atau tingkat keselamatan," katanya.
Pasca kecelakaan, kini sejumlah pejabat PT Kereta Api Indonesia (KAI) ikut jadi sorotan setelah mencuatnya tragedi tabrakan kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026).
Satu diantara nama yang ikut disorot adalah Bobby Rasyidin.
Bobby Rasyidin merupakan Direktur Utama PT KAI.
Kecelakaan Kereta Api di Bekasi
Kecelakan Kereta Api di Bekasi
Kronologi Lengkap Kecelakaan Kereta Api
Kecelakaan Kereta Api
KRL
KA Argo Bromo Anggrek
Viral di Medsos
viral di media sosial
| Sosok Dirut PT KAI Duduk Termenung Usai KA Argo Bromo dan KRL Bekasi Tabrakan, Tewaskan 16 Orang |
|
|---|
| Jejak Karier Menteri PPPA yang Dituding 'Tumbalkan' Pria Usai Kecelakaan Kereta Api di Bekasi |
|
|---|
| Reza Indragiri Sebut Usulan Menteri PPPA Soal Gerbong Wanita 'Absurd': Seolah Pria Patut Jadi Korban |
|
|---|
| Sosok dan Harta Kekayaan Menteri PPPA Dituding ‘Tumbalkan’ Pria Usai Kecelakaan Kereta Api di Bekasi |
|
|---|
| Nasib Masinis KA Argo Bromo Anggrek yang Tabrakan dengan KRL Bekasi Timur, 14 Orang Tewas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Sosok-Dirut-PT-KAI-Duduk-Termenung-Usai-KA-Argo-Bromo-dan-KRL-Bekasi-Tabrakan-Tewaskan-16-Orang.jpg)