Jumat, 15 Mei 2026

Kecelakaan Bus ALS di Muratara

Kecelakaan Bus ALS di Muratara, Polisi Dalami Dugaan Microsleep dan Jalan Berlubang

Polisi dalami dugaan microsleep dan jalan berlubang dalam kecelakaan Bus ALS di Muratara yang menewaskan 16 orang.

Tayang:
Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Ricky Jenihansen
TribunBengkulu.com/Suryadi Jaya
OLAH TKP - Petugas Satlantas Polres Muratara melakukan olah TKP kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki di Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumatera Selatan, Kamis (7/5/2026). Polisi dalami dugaan microsleep dan jalan berlubang dalam kecelakaan Bus ALS di Muratara yang menewaskan 16 orang. 

“Yang bersangkutan menyampaikan kepada kami bahwa sopir bus tersebut menghindari lubang, kemudian terjadi tabrakan,” ujarnya.

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan dan masih mengumpulkan berbagai bukti pendukung.

“Namun yang jelas kita tidak bisa memastikan, harus kita kuatkan keterangan dari kernet tersebut,” katanya.

Dalam olah TKP, polisi menemukan banyak titik jalan berlubang di sekitar lokasi kecelakaan.

“Kita temukan di jalan sekitar TKP dari 30 meter, 50 meter, bahkan 100 meter ada lubang-lubang. Lubang di tengah, lubang di pinggir, sebelah kiri, di kanan,” ungkapnya.

Menurut Maesa, kedalaman lubang yang ditemukan mencapai sekitar 2 sentimeter dan diduga dapat memengaruhi laju kendaraan.

Polisi Dalami Dugaan Microsleep

Selain dugaan jalan rusak, polisi juga mendalami kemungkinan sopir mengalami kelelahan saat mengemudi.

Bus ALS diketahui berangkat dari Pati pada 2 Mei 2026 pukul 15.00 WIB dengan sopir bernama Mali.

Setelah tiba di Lampung pada 4 Mei 2026 sekitar pukul 23.00 WIB, sopir diganti oleh Alip sebelum melanjutkan perjalanan hingga kecelakaan terjadi di Muratara.

“Bisa jadi sopir atas nama Alip ini kelelahan, microsleep dan sebagainya. Nah ini harus kita perkuat dengan bukti-bukti yang lain,” jelas Maesa.

Polisi juga belum menemukan bekas pengereman di lokasi kecelakaan.

“Saya belum melihat serpihan ataupun bekas-bekas rem dari bus maupun dari truk tangki tersebut,” katanya.

Untuk memperkuat penyelidikan, tim Korlantas Mabes Polri juga dijadwalkan turun langsung ke lokasi kejadian.

Sementara itu, seluruh 16 jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved