Kamis, 14 Mei 2026

Kecelakaan Bus ALS di Muratara

Kecelakaan Bus ALS di Muratara, Polisi Dalami Dugaan Microsleep dan Jalan Berlubang

Polisi dalami dugaan microsleep dan jalan berlubang dalam kecelakaan Bus ALS di Muratara yang menewaskan 16 orang.

Tayang:
Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Ricky Jenihansen
TribunBengkulu.com/Suryadi Jaya
OLAH TKP - Petugas Satlantas Polres Muratara melakukan olah TKP kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki di Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumatera Selatan, Kamis (7/5/2026). Polisi dalami dugaan microsleep dan jalan berlubang dalam kecelakaan Bus ALS di Muratara yang menewaskan 16 orang. 

“Tim DVI sudah berada di Palembang dan bekerja. Semoga segera cepat terungkap walaupun identitas nama-namanya sesuai manifest sudah ada,” tutupnya.

OLAH TKP - Petugas Satlantas Polres Muratara melakukan olah TKP kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki di Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumatera Selatan, Kamis (7/5/2026). Kernet Bus ALS yang selamat hadir saat olah TKP kecelakaan maut di Muratara dan memberi keterangan ke polisi.
OLAH TKP - Petugas Satlantas Polres Muratara melakukan olah TKP kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki di Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumatera Selatan, Kamis (7/5/2026). Kernet Bus ALS yang selamat hadir saat olah TKP kecelakaan maut di Muratara dan memberi keterangan ke polisi. (TribunBengkulu.com/Suryadi Jaya)

Evakuasi Korban

Diberitakan sebelumnya, bus ALS mengalami kecelakaan hebat setelah menabrak truk tangki muatan minyak ketika melintas di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), wilayah Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.

Akibatnya, 16 orang tewas dalam kecelakaan tersebut, di mana 14 orang merupakan penumpang bus ALS dan dua orang dari sopir tangki minyak.

Jenazah korban hingga kini belum berhasil dikenali karena kondisi tubuh yang sulit diidentifikasi, sehingga petugas rumah sakit terpaksa memberi nomor urut pada masing-masing jenazah.

Para korban dibawa ke Rumah Sakit Siti Aisyah Kota Lubuklinggau.

Humas RS Siti Aisyah, Yassir Watera mengatakan, untuk kelanjutannya 16 kantong ini dititipkan oleh Polres Muratara karena hanya RS Siti Aisyah yang memiliki ruang pemulasaraan jenazah.

"Jadi sebelum ada perintah dari kepolisian, kami tidak berani apa-apa. Buka (kantong jenazah) saja tidak berani kami," kata Yassir pada Tribunsumsel.com.

Yassir menyampaikan untuk nama-namanya belum didapatkan, tetapi sekarang dinomorkan sesuai dengan urutan nomor kantong jenazah yang masuk.

"Begitu turun langsung saya nomorkan, totalnya 16 kantong. Kami menerimanya pukul 17.00 WIB," ungkapnya.

Kemudian untuk korban yang selamat belum diketahui karena tidak ikut dibawa ke RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau.

"Yang dirawat (4 korban selamat) tidak ada di sini. Untuk tindak lanjutnya, kami menunggu dari pihak kepolisian," ujarnya.

Sementara penumpang selamat diinformasikan 4 orang, kini menjalani perawatan di Puskesmas Karang Jaya, 3 luka mengalami  bakar serius, dan 1 lecet-lecet.

Insiden ini memicu kepanikan luar biasa bagi para penumpang dan warga sekitar hingga histeris.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan pendataan terhadap seluruh korban kecelakaan maut tersebut.

Proses identifikasi korban juga masih berlangsung melalui tim DVI di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, sementara petugas di lapangan masih mengumpulkan barang bukti serta keterangan saksi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan Bus ALS dan truk tangki di Jalinsum Karang Jaya, Muratara.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved