Kasus Pembacokan

Blak-blakan Karyawan Bongkar Perangai Dwi Hartono, Tega Habisi Kacab Bank BUMN, Mencuat Motif Dendam

Karyawan bongkar Dwi Hartono, diduga sakit hati pinjaman Rp13 miliar ditolak, terlibat kasus penculikan & pembunuhan Kacab Bank BUMN.

Instagram Klan Hartono
DWI HARTONO - Dwi Hartono, motivator sosial media, yang diduga menjadi otak penculikan dan pembunuhan kepala cabang bank BUMN di Jakarta. 

Minta Perlindungan Panglima TNI dan Kapolri

Selain itu, ia juga berharap agar penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya segera mengungkap motif dan pelaku utama dalam kasus penculikan dan pembunuhan kepala cabang bank BUMN ini.

Sebab, Adrianus menyebut ada oknum dari salah satu instansi yang terlibat dalam kasus tersebut. 

“Adik kami, Eras (salah satu pelaku) diminta untuk menjemput paksa (menculik). Setelah adik kami, Eras dan kawan-kawan menjemput di waktu sore, ada perintah dari oknum F,” kata Adrianus.

Dalam perintah itu, Eras dan kawan-kawan diminta untuk menyerahkan korban kepada seseorang di wilayah Cawang, Jakarta Timur. 

Usai penyerahan korban, Eras dan tiga rekannya meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Namun, mereka kembali mendapat perintah untuk mengantar pulang korban. 

“Pada saat waktu ketemu lagi, di situlah mereka melihat korban ini sudah tidak bernyawa lagi. Pada saat mereka mengantar itu, mereka juga dalam tekanan,” ujar Adrianus.

“Dan mereka, salah satu terduga penjemputan paksa ini, menyampaikan ke keluarganya bahwa mereka memang baru diperintahkan untuk membuang jenazah. Jadi peran mereka itu sampai di situ,” tambah dia. 

Dengan keterlibatan oknum salah satu instansi ini, Adrianus mengaku telah meminta perlindungan kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. 

“Kami mengetuk pintu hati keluarga korban untuk permohonan maaf kami dan berbelasungkawa,” ucap dia.

4 Pelaku Penculikan Ditangkap

Kepolisian sejauh ini telah menangkap empat pelaku penculikan.

Tiga orang—AT, RS, dan RAH—ditangkap di Johar Baru, Jakarta Pusat, sedangkan RW ditangkap saat tiba di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Hasil autopsi menunjukkan Ilham mengalami luka hantaman benda tumpul di dada dan leher. 

Tidak ditemukan luka tusukan atau sayatan. 

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved