Driver Ojol Dilindas Baraccuda Brimob

'1312 Forever' Coretan Vandalisme di Halte Bus Trans Jakarta saat Aksi Demo, Ini Penjelasan Artinya

Pantauan Tribun di Jalan Kramat Raya, dekat Pasar Senen dari arah Matraman, beberapa halte bus Trans Jakarta dicorat coret dengan cat semprot.

Editor: Hendrik Budiman
Tribunnews/M Alivio Mubarak Junior
AKSI VANDALISME - Aksi unjuk rasa masih terus dilakukan di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat tepatnya dekat Markas Brimob Polda Metro Jaya. Selain demonstrasi, para pedemo juga melakukan aksi vandalisme. Pantauan Tribun di Jalan Kramat Raya, dekat Pasar Senen dari arah Matraman, beberapa halte bus Trans Jakarta dicorat coret dengan cat semprot. Vandalisme adalah tindakan merusak, atau mencoret-coret properti fasilitas umum secara sengaja dan tanpa izin. Sejumlah pengunjuk rasa juga terlihat membawa cat semprot dan melakukan aksi vandalisme beberapa kata sebagai bentuk protes terhadap polisi. 

Penyidik Propam awalnya menanyakan terlebih dahulu apakah mereka tidak sadar telah melindas Affan Kurniawan saat berada dalam Kendaraan Taktis (Rantis) Baracuda.

Mendengar pertanyaan tersebut, seorang anggota Brimob terduga pelaku menjawab bahwa dirinya tidak sadar telah melindas Affan Kurniawan.

Sebab, saat itu kondisi mobil mereka dilempar batu, bambu, hingga petasan.

"Pas melindas nyangkanya itu batu apa gimana?" tanya penyidik.

"Iya karena kita dilemparin batu bambu sama massa bom molotov petasan," jawab seorang anggota Brimob.

Kemudian, penyidik Propam kembali bertanya apakah mereka tidak bisa melihat dari dalam kendaraan jika ada korban di posisi bawah mobil.

Seorang oknum anggota Brimob itu membenarkan kesulitan untuk melihat dari dalam kendaraan jika ada orang di bawah kendaraan taktis tersebut.

"Jadi tidak tahu tuh batu atau apa ya? kalau orang itu terjatuh dalam kondisi normal nggak dilemparin bisa nggak sih lihat ke posisi bawah gitu?" tanya penyidik.

"Kalau kejadian normal tidak bisa lihat bawah karena sudut pandangnya tinggi. Kalau di depan kelihatan dia," jawab seorang oknum Brimob.

Lebih lanjut, oknum Brimob itu mengklaim bahwa kondisi saat di di dalam Rantis penuh gas air mata untuk mengurai massa.

"Jadi kalau ada case gitu bapak tidak bisa melihat berarti agak samar gitu ya? Tidak terlihat apalagi kondisinya malam?" tanya penyidik.

"Malam, terus asap gas air matanya itu tebal di dalam. Pas sebelum atas ditutup itu kan asap masuk, nah di situlah mata kita itu pandangan kita sudah itulah," jawab oknum Brimob tersebut.

Prabowo Jamin Keluarga Affan

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan duka cita atas tewasnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan (21).

Affan Kurniawan bin Zulkifli merupakan pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dilindas oleh kendaraan taktis (rantis) Baraccuda Brimob Polri pada Kamis (28/8/2025) malam.

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved