Jumat, 5 Juni 2026

Kasus Pembunuhan

Nasib Anak Brigadir Esco dan Briptu Rizka: Tertekan hingga Ingin Menyusul Sang Ayah

Brigadir Esco ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan pada 24 Agustus 2025.

Tayang:
Editor: Yunike Karolina
Facebook Briptu Rizka
BRIPTU RIZKA – Kolase gambar memperlihatkan Brigadir Esco Faska Rely bersama sang istri Briptu Rizka Sintiani (kanan) dan Briptu Rizka Sintiani saat sedang bertugas (kiri). Nasib anak Brigadir Esco dan Briptu Rizka, tertekan hingga Ingin menyusul sang ayah. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Dua anak dari pasangan Brigadir Esco Fasca Rely dan Briptu Rizka Sintiyani kini harus menghadapi kenyataan pahit usai kehilangan ayah mereka secara tragis, sementara sang ibu justru menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Brigadir Esco ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan pada 24 Agustus 2025.

Jenazahnya ditemukan di area belakang rumah mertuanya yang berlokasi di Dusun Nyiur Lembang Dalem, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pihak kepolisian menetapkan Briptu Rizka, istri korban, sebagai tersangka utama dalam kasus dugaan pembunuhan tersebut.

Menurut pernyataan kuasa hukum keluarga Brigadir Esco, Lalu Anton Hariyawan, kedua anak pasangan itu kini mengalami gangguan psikologis akibat peristiwa tragis yang menimpa keluarga mereka.

"Kita ketahui bersama luar biasa ujian yang di alami oleh keluarga besar Brigadir Esco, terutama untuk kedua putrinya," kata Anton pada Rabu (24/9/2025), dikutip dari TribunLombok.com.

Anton menceritakan ketika anak pertama Brigadir Esco menanyakan keberadaan ayahnya.

Bahkan, anak Brigadir Esco yang masih berusia tujuh tahun itu ingin mengalami nasib serupa seperti sang ayah.

"Anak yang paling besar selalu menanyakan bapaknya, jadi ada beberapa kata yang diungkapkan kata oleh anaknya kalau begitu saya ikut mati seperti bapak. Itu luar biasa tekanan si kecil," cerita Anton.

Di sisi lain, Anton menyebut anak pertama Brigadir Esco akan dipindahkan sekolahnya ke kampung halaman sang ayah di Desa Bonjeruk, Kabupaten Lombok Tengah.

Lebih lanjut, Anton turut mengungkapkan tindak lanjut terkait penanganan kasus tewasnya Brigadir Esco.

Dia mengatakan telah menyurati Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk terlibat gelar perkara khusus dalam kasus pembunuhan terhadap Brigadir Esco.

Ia menuturkan dilibatkannya Kompolnas demi membuat terang dan membuka tabir atas dugaan keterlibatan orang lain dalam kasus ini.

"Kami yakin R (Briptu Rizka) ini melakukan tindak pidana keji ini tidak sendiri," kata Anton.

"Saran saya supaya si R membuka kasus ini seterang benderang, kalau memang bukan pelaku utama silakan ajukan diri sebagai justice collaborator," kata Anton.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved