Kamis, 4 Juni 2026

Berita Viral

Cuma Minta Maaf, Kepala BGN Soal Wartawan Dicekik Saat Liput Keracunan MBG di Jaktim 

Kepala Badan Gizi Nasional menyampaikan permintaan maaf soal wartawan yang dicekik saat liputan keracunan MBG di Jakarta Timur. 

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Kolase KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU | Kompas.com
MBG -- Menanggapi pelesetan soal MBG, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana buka suara. Dadan menyebut jangan sampai anggapan itu mengaburkan tujuan mulia dari MBG. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan permintaan maaf soal wartawan yang dicekik saat liputan keracunan MBG di Jakarta Timur. 

"Kami minta maaf ya kalau petugas kami melakukan itu,” kata Dadan kepada wartawan di Senayan. 

Peristiwa terjadi pada Selasa (30/9/2025), saat Munir dari WartaKota dan Kiki dari MNC menelusuri dapur MBG yang beroperasi di bawah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gedong 2, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Dapur tersebut menyuplai makanan MBG ke SD Negeri Gedong 01 lokasi yang sebelumnya dilaporkan mengalami kasus keracunan makanan.

Munir menyampaikan kronologi insiden saat ditemui di Polsek Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu (1/10/2025), usai mediasi dengan pihak SPPG.

SPPG merupakan dapur atau unit operasional dalam program MBG pemerintah yang bertanggung jawab menyediakan makanan bergizi bagi anak sekolah dan ibu hamil.

Unit ini berperan langsung dalam pengolahan, pengemasan, dan distribusi makanan ke titik layanan seperti sekolah dan posyandu.

“Saya sama Kiki datangi SPPG yang diduga jadi sumber makanan keracunan. Pas saya rekam video, si bapak langsung kepalkan tangan dan cekik saya,” ujar Munir.

Kepala SPPG Gedong 2, Muhammad Ichsan, memberikan klarifikasi kepada wartawan di lokasi dapur MBG, Pasar Rebo, pada Rabu (1/10/2025).

“Apapun itu, kalau ada perbuatan kami yang kurang berkenan, kami minta maaf sebesar-besarnya,” kata Ichsan.

Ia menjelaskan bahwa insiden bermula dari kesalahpahaman lokasi peliputan. Menurutnya, wartawan seharusnya meliput dapur Gedong 1, bukan Gedong 2.

Ia pun menegaskan bahwa sekuriti hanya menjalankan SOP, yakni melarang peliputan tanpa izin kepala unit.

Polsek Pasar Rebo memfasilitasi mediasi antara wartawan dan pihak SPPG. Terduga pelaku, Salim Husein Mahu, menyampaikan permintaan maaf secara tertulis dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Pernyataan itu disampaikan dalam ruang mediasi Polsek Pasar Rebo, Rabu (1/10/2025).

“Saya dengan kerendahan hati menerima permohonan maaf dari Pak Salim,” kata Munir usai mediasi.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan LBH Pers mengecam keras insiden tersebut. Pernyataan sikap disampaikan melalui siaran pers bersama yang dirilis pada Rabu malam (1/10/2025).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved