Purbaya Yudhi Sadewa
Menkeu Purbaya Blak-blakan Indonesia Sering Dikibuli Asing: Apalagi K-Pop, Wah K-Pop Nih!
Menkeu Purbaya sindir keras proyek Coretax garapan LG. “Begitu asing wah, apalagi K-Pop. Tapi hasilnya, wah payah banget!”
TRIBUNBENGKULU.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan mengkritik ketergantungan Indonesia terhadap pihak asing, termasuk dalam proyek sistem pajak nasional Coretax.
Sosok Menkeu Purbaya belakangan memang menarik perhatian publik tanah air dengan sejumlah gebrakannya.
Sehari setelah dilantik sebagai Menkeu, Purbaya langsung mengeluarkan kebijakan menggelontorkan Rp200 triliun ke Bank Himbara.
Beberapa hari kemudian, ia kembali menarik perhatian dengan menegaskan tidak akan menaikkan tarif pajak atau menambah pajak baru.
Alih-alih menaikkan pajak atau menambah pajak baru, untuk mengejar target pajak, Menkeu Purbaya justru memilih mengejar Rp60 triliun pajak tertunggak dari 200 wajib pajak besar.
Upaya tersebut sepertinya tidak mudah karena tren pelemahan penerimaan, celah kepatuhan wajib pajak, serta potensi terpangkasnya setoran akibat kebijakan insentif masih membayangi target APBN 2025.
Hingga saat ini, Menkeu Purbaya menegaskan akan menarik anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) jika dana tersebut tidak terserap maksimal.
Sejumlah kebijakan tersebut dinilai mendapatkan respons positif dari publik dan pasar.
Bahkan belakangan muncul istilah "Purbaya Effect", yang merujuk pada reaksi pasar serta pergeseran ekspektasi kebijakan ekonomi setelah Purbaya Yudhi Sadewa menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Dengan sejumlah gebrakan tersebut, beberapa pihak sepertinya terganggu dengan langkah-langkah Menkeu Purbaya.
Namun tidak sedikit, terutama publik, yang mengapresiasi langkah-langkah dan gebrakan Menkeu Purbaya.
Terbaru, Menkeu Purbaya kembali disorot karena mengkritisi hasil Coretax yang digarap LG, menyindir Indonesia yang sering dikibuli oleh pihak asing.
Dikibuli Asing
Ia menilai kualitas kerja konsorsium LG CNS-Qualysoft asal Korea Selatan jauh dari standar profesional. Bahkan, ia menyindir bahwa Indonesia sering “dikibuli” hanya karena terpesona dengan label luar negeri.
“Komentarnya lucu deh, begitu mereka dapat source code-nya, dilihat sama orang saya, dia bilang, 'wah ini programmer tingkat baru lulusan SMA',” ujar Purbaya, menggambarkan kecenderungan masyarakat yang mudah terkagum tanpa melihat kualitas sebenarnya.
| Dollar Meroket, Istri Menkeu Purbaya Ida Yulidina Curhat: Kalau Dia Bilang Aman, Itu Memang Aman |
|
|---|
| Bukannya Mau Sombong, Menkeu Purbaya Cerita Tak Pernah Galau Cari Kerja: Perusahaan yang Nunggu Saya |
|
|---|
| Menkeu Purbaya Akui Tahu Safe House Oknum Bea Cukai yang Kena OTT KPK: Tapi Saya Bukan Penegak Hukum |
|
|---|
| Menkeu Purbaya Heran, Kok Bisa Ada Negara yang Tangkap Presiden Negara Lain: Dunia Sekarang Aneh! |
|
|---|
| Menkeu Purbaya Tak Akan Batalkan PMK 81/2025, 602 Desa di Bengkulu Terancam Kehilangan Dana Desa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/MENKEU-PURBAYA-2365-867967.jpg)