Bencana di Sumatera
Kisah Warga Kampung Dilan Sumbar Bertahan di Tengah Longsor: Jalan Putus dan Rumah Hilang
Kamis 27 November hingga Senin 1 Desember menjadi hari-hari paling berat bagi 79 jiwa dari 29 KK di Kampung Dilan.
Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Ringkasan Berita:
- Kisah warga Kampung Dilan bertahan di tengah bencana longsor: jalan putus dan rumah hilang
- Kamis 27 November hingga Senin 1 Desember menjadi hari-hari paling berat bagi 79 jiwa dari 29 KK di Kampung Dilan
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, PESISIR SELATAN - Langkah kaki Emel tampak mantap menyusuri jalur tanah licin yang menanjak.
Di bahunya, sebuah karung besar berisi bantuan bergoyang mengikuti ayunan tubuhnya.
Meski terik matahari memancar, pria berumur 35 tahun itu terus berjalan.
Di belakangnya, enam warga lain dari Kampung Dilan juga tampak membawa barang-barang yang sama—makanan, pakaian, hingga bahan bakar.
Mereka baru saja menempuh perjalanan panjang, menyeberangi jalan yang terputus, berjalan kaki 300 meter melintasi hamparan sawah, kemudian melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor selama 30 menit menuju Desa Pancung Taba.
Dari sana, perjuangan masih jauh. Jalur menuju Kampung Dilan masih harus ditempuh kembali dengan berjalan kaki sejauh 4 kilometer.
“Kalau akses dari Desa Pancung Taba ke Kampung Dilan itu tertutup sejak Kamis (27/11/2025). Sementara jalan provinsi di Desa Koto Ranah sudah putus sejak Senin (24/11/2025),” ujar Emel saat ditemui Tribunnews di titik terisolir, Selasa (2/12/2025).
Kamis 27 November hingga Senin 1 Desember menjadi hari-hari paling berat bagi 79 jiwa dari 29 KK di Kampung Dilan.
Putusnya dua akses utama membuat mereka benar-benar terisolir. Stok makanan menipis cepat.
“Kami bertahan dari hasil kebun saja. Umbi-umbian, sayur. Itu pun tak cukup untuk semua,” kata Emel.
Sementara itu, longsor dan pohon tumbang menutup total badan jalan. Untuk membuka akses, warga bergotong royong menggunakan alat seadanya.
Satu-satunya mesin chain saw pun hanya bisa dihidupkan dengan BBM yang mereka ambil dari sepeda motor warga yang tidak bisa keluar kampung.
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil pada Senin (1/12/2025). Warga berhasil membuka jalur darurat sehingga setidaknya perjalanan kaki bisa dilakukan.
Dampak longsor di Kampung Dilan tidak hanya melumpuhkan akses. Emel menuturkan, satu rumah dan satu musala terseret material tanah.
Bencana di Sumatera
Sumbar Banjir dan longsor
Bencana Banjir dan Tanah Longsor
pesisir selatan
Banjir di Sumbar
Sumbar
| Soal Bantuan Luar Negeri Untuk Bencana Sumatera, Ketua DPD Sultan: Presiden Tegaskan Masih Sanggup |
|
|---|
| Rumah Warga Hancur Diterjang Sungai Batang Anai, Gubernur Bengkulu Turun Langsung Berikan Bantuan |
|
|---|
| Klarifikasi Bobby Nasution Lempar Bantuan dari Helikopter: Khawatir Masyarakat Kena Baling-Baling |
|
|---|
| Murka Prabowo Soal Bupati Aceh Selatan Pilih Umrah Tinggalkan Korban Banjir: Copot Langsung |
|
|---|
| Kepahiang Targetkan Kumpulkan Rp200 Juta, Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kisah-Warga-Kampung-Dilan-Bertahan-di-Tengah-Longsor-Jalan-Putus-dan-Rumah-Hilang.jpg)