Viral di Media Sosial
Ketar-Ketir Dosen UIM Amal Takut Dipecat Usai Ludahi Kasir, Paksa Damai: Kan Manusia Bisa Khilaf
Ketakutan Amal Said, dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM) usai meludahi seorang kasir di Swalayan.
Ringkasan Berita:
- Amal Said, seorang Dosen di Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM) merasa ketakutan dipecat usai meludahi kasir di Swalayan.
- Amal menjelaskan dirinya hanyalah khilaf dan berharap kasus bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan alias damai.
- Puluhan tahun mengajar sebagai seorang Dosen, kini kariernya terancam karena perbuatan sepele namun berujung fatal.
TRIBUNBENGKULU.COM - Ketar-ketir Amal Said, dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM) usai meludahi seorang kasir di Swalayan.
Ternyata tindakannya yang meludahi kasir di Swalayan berakibat fatal pada profesinya.
Selain viral di media sosial dan harus menanggung malu, Amal Said juga terancam dipecat.
Padahal dirinya sudah mengajar selama puluhan tahun di UIM, hanya karena tindakannya yang ceroboh malah berujung apes.
""Sekarang ini sudah rusak nama saya, bahkan mungkin juga berakibat ke tempat kerja saya ini. Rusak sekali saya ini. Satu detik saya berbuat itu, 33 tahun saya pegawai, mengajar, ribuan mahasiswa saya selesaikan, masa sedetik itu rusak segalanya, tidak sebanding," kata Amal, dikutip dari kompas.com, Senin (29/12/2025).
Untuk itu Amal pun berharap bahwa sang kasir berinisial N (21) bersedia untuk menyelesaikan perkara dengan cara kekeluargaan.
Dirinya mengaku saat itu hanyalah khilaf tanpa ada maksud apapun.
Amal tidak ingin jabatannya sebagai seorang Dosen PNS berakhir karena perkara telah meludahi N saat berbelanja.
"Orang itu juga harus sadar, mengakui juga dirinya punya kekhilafan, kita kan manusia bisa saling khilaf dalam kondisi tertentu. Saya tidak mau kasi panjang masalah, kalau bisa diselesaikan baik-baik saja, dosa-dosa saya tanggung sendiri," ujar Amal.
Dalam kesempatan yang sama, Amal menjelaskan kronologi kejadian yang sebenarnya.
"Awalnya memang saya singgah untuk membeli cemilan, setelah saya ambil belanjaan, turunlah saya ke kasir, saya antre disitu, saya sama sekali tidak menyerobot, saya ikut antrean," ucapnya.
"Saya liat ada kasir yang sudah kosong antreannya, jadi maksud saya supaya lebih ringkas apalagi masih ada orang dibelakang saya, akhirnya saya kesebelah ke kasir yang sudah kosong antreannya," jelas Amal.
Namun, situasi kemudian memanas setelah ia merasa ditegur dengan cara yang menurutnya tidak menghargai sebagai orang yang lebih tua.
Amal mengaku merasa dilecehkan secara martabat, terutama karena latar budaya Bugis-Makassar yang menjunjung tinggi rasa hormat.
"Setelah saya ditegur itu saya merasa dilecehkan, merasa dihina, saya ini orang tua, masa saya diperlakukan seperti itu. Kalau orang Bugis-Makassar diperbuat begitu kayak seperti tidak hargai, dihinakan, begitu saya rasakan saat itu," ujarnya.
| Sosok Pemilik Roti'O yang Terapkan Pembayaran QRIS dan Tolak Cash, Dude Herlino? |
|
|---|
| Buka Suara Pihak Roti O usai Viral Tolak Uang Cash, Hanya Terima Qris: Kami Evaluasi Internal |
|
|---|
| Pengakuan Sopir MBG Tabrak 21 Siswa SD di Jakarta Utara: Gak Tahu, Mobilnya Ngegas Sendiri |
|
|---|
| Kakek Tarman Resmi Tersangka, Mahar Cek Rp3 Miliar Ternyata Palsu, Tapi Sang Istri Tetap Cinta |
|
|---|
| Aksi Sigap Bupati Bengkulu Utara Tanggapi Keluhan Warga Soal Bansos: Saya Usulkan Bedah Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Ketar-Ketir-Dosen-UIM-Amal-Takut-Dipecat-Usai-Ludahi-Kasir-Paksa-Damai-Kan-Manusia-Bisa-Khilaf.jpg)