Senin, 8 Juni 2026

Berita Viral

Punya Trauma Terbang, Engineer Dwi Murdiono Malah Tewas dalam Kecelakaan ATR 42-500

Engineer Dwi Murdiono diketahui memiliki trauma saat bepergian menggunakan pesawat, kini malah tewas kecelakaan pesawat.

Tayang:
Editor: Rita Lismini
TribunBengkulu.com
KECELAKAAN PESAWAT - Proses evakuasi korban pesawat ATR oleh Tim SAR (kiri). Kenang pamitan terakhir engineer Bogor sebelum jadi korban pesawat ATR 42-500, istri Dwi Murdiono (kanan) mengungkap chat terakhir sang suami. 

Ringkasan Berita:
  • Engineer Dwi Murdiono, yang diketahui memiliki trauma naik pesawat, menjadi korban kecelakaan ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
  • Dwi tercatat sebagai kru engineer bersama Restu Adi P, dan sempat mengungkapkan ketakutannya sebelum terbang rute Yogyakarta–Makassar kepada sang ayah.
  • Tim SAR dan Basarnas berkoordinasi dengan KNKT untuk evakuasi black box yang berisi data penting guna mengungkap penyebab kecelakaan.

TRIBUNBENGKULU.COM - Engineer Dwi Murdiono diketahui memiliki trauma saat bepergian menggunakan pesawat. 

Namun kini, ia justru menjadi salah satu korban dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026).

Nama Dwi tercatat dalam manifest kru pesawat ATR 42-500 sebagai engineer. Selain Dwi, terdapat satu engineer lainnya bernama Restu yang juga bertugas dalam penerbangan tersebut.

Ayah Dwi, Bambang Muchawanto, mengungkapkan bahwa putranya sempat mencurahkan rasa takutnya sebelum terbang menggunakan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar.

“Sebenarnya Mas Dwi pernah cerita trauma naik pesawat,” kata Bambang.

Meski mengetahui kondisi tersebut, Bambang berusaha menguatkan hati anaknya agar tetap menjalani tugas sebagai bagian dari pekerjaannya.

“Saya bilang, ‘mau gimana karena ekonomi tidak baik-baik saja. Jalani saja, mungkin itu rezekimu Mas Dwi’,” ujarnya.

Kecelakaan pesawat ATR 42-500 ini menambah daftar duka mendalam bagi keluarga korban. 

Termasuk keluarga Dwi Murdiono yang harus kehilangan sosok anak dan kepala keluarga dalam tragedi tersebut.

Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan 

Akhirnya black box pesawat ATR 42-500 berhasil ditemukan oleh Tim SAR. 

Meski sudah ditemukan keberadaan balck box tersebut belum bisa diamankan, mengingat kondisi yang belum memungkinkan. 

Black box terletak di bagian ekor pesawat ATR 42-500 PK-THT. 

Sebagai informasi, black box (kotak hitam) menjadi benda yang paling dicari setelah terjadinya kecelakaan pesawat terbang. 

Itu karena kotak hitam merupakan perangkat penyimpan data penerbangan yang nantinya bisa dijadikan petunjuk untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawat terbang.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved