OTT KPK
Wamendagri Bima Arya Sentil Bupati Pekalongan: Jabatan Kepala Daerah Bukan Mata Pencaharian
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto blak-blakan sentil Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan yang terjerat kasus korupsi.
TRIBUNBENGKULU.COM - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto blak-blakan sentil Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan yang terjerat kasus korupsi.
Sebelumnya Fadia Arafiq mengaku tidak memahami tata kelola pemerintahan sehingga tidak menyadari selama ini melakukan korupsi.
Menurut Bima Arya, jika seorang kepala daerah tetap melakukan praktik korupsi setelah menjabat cukup lama, maka alasan tidak memahami sistem pemerintahan sulit diterima.
"Kalau masih juga menjadi pelaku korupsi, itu namanya bukan tidak paham, tapi bisa jadi kesengajaan," kata Bima Arya kepada Kompas.com, Jumat (6/3/2026).
Seharusnya Cepat Belajar
Bima Arya menegaskan, apabila benar seorang kepala daerah merasa belum memahami seluk-beluk tata kelola pemerintahan, maka yang bersangkutan seharusnya berupaya cepat mempelajarinya.
Ia menilai seorang bupati memiliki banyak akses untuk belajar, termasuk dengan meminta bantuan akademisi maupun birokrat senior.
"Karena banyak sekali program pembekalan dari pemerintah pusat terkait kapasitas untuk membangun pemerintahan yang bersih dan melayani," tegas dia.
Menurutnya, kepala daerah dapat dengan mudah memanggil pakar dari kampus atau pejabat berpengalaman untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai tata kelola pemerintahan yang benar.
Jabatan Kepala Daerah Bukan Mata Pencarian
Lebih jauh, Bima Arya mengingatkan bahwa jabatan kepala daerah seharusnya dipandang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar profesi untuk mencari penghasilan.
Ia menilai setiap orang yang memutuskan maju sebagai kepala daerah pasti membawa visi terbaik bagi wilayah yang dipimpinnya.
"Konsekuensinya, agar visi bisa terealisasi kepala daerah harus paham cara mewujudkan itu, termasuk di dalamnya tata kelola pemerintahan yang meliputi juga pengelolaan keuangan daerah," imbuh Bima Arya.
Pengakuan Fadia di Hadapan KPK
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap bahwa dalam pemeriksaan intensif, Fadia Arafiq mengaku dirinya bukan berasal dari latar belakang birokrat.
Menurut Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, Fadia menjelaskan bahwa dirinya sebelumnya dikenal sebagai seorang musisi dangdut.
OTT KPK di Pekalongan
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
Fadia Arafiq
Kekayaan Fadia Arafiq Bupati Pekalongan
Bima Arya Wamendagri
Wamendagri
| Fantastis! Harta Bupati Tulungagung yang Diduga Peras Pejabat, Punya 20 Lahan Tanah dan 18 Kendaraan |
|
|---|
| Nama Terseret Isu THR Bupati Cilacap, Kombes Budi Akhirnya Angkat Bicara |
|
|---|
| Kombes Budi Buka Suara Usai Disebut Terima THR Dari Bupati Cilacap yang Terjaring OTT KPK |
|
|---|
| Siasat Licik Bupati Cilacap Peras Kepala Dinas, Modus Tagih Setoran THR Lebaran Rp75–100 Juta |
|
|---|
| Niat Hati Bupati Cilacap Bagi-Bagi THR Ratusan Juta, Kini Malah Meringkuk di Jeruji Besi KPK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Wamendagri-Bima-Arya-Sentil-Bupati-Pekalongan-Jabatan-Kepala-Daerah-Bukan-Mata-Pencaharian.jpg)