Senin, 8 Juni 2026

Berita Selebritas

Serangan Balik Roby Tremonti, Aurelie Moeremans Ternyata Pernah Paksa Buat Pengakuan Palsu

Setelah lama bungkam, Roby Tremonti bantah tudingan nikah paksa dan KDRT, serta mengungkap klaim diminta membuat pengakuan palsu.

Tayang: | Diperbarui:
Instagram/Warta Kota
Kolase foto Roby Tremonti (kanan) dan Aurelie Moeremans (kiri). Roby Tremonti mengungkap pernah diminta membuat pengakuan palsu terkait KDRT demi melancarkan annulment. 

Roby mengaku heran karena sebagai pihak suami, ia merasa tidak pernah dilibatkan dalam proses hukum gereja tersebut.

"Surat resmi dari gereja bahwa ada pembatalan pernikahan, saya tidak pernah pegang itu. Saya tidak pernah merasa dapat undangan dari gereja terkait untuk pembatalan. Itu tidak ada," akunya.

Aurelie Paksa Roby

Yang paling mengejutkan, Roby membongkar sebuah pesan singkat dari Aurelie beberapa tahun lalu.

Ia mengklaim diminta untuk membuat pengakuan palsu mengenai Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) agar proses pembatalan di gereja bisa berjalan mulus.

"Pernah kala itu di tahun berapa saya lupa ya, ada chat masuk. Dia (Aurelie) cuma bilang istilahnya 'jangan jadi orang yang menyebalkan deh'. Dia bilang, 'Saya mau ngurus pembatalan nih' gitu," ucap Roby.

Namun, kerja sama itu ditolak keras oleh Roby karena ia merasa tidak pernah melakukan tindakan kekerasan tersebut.

"Tapi syaratnya untuk gereja Katolik itu kan harus ada narasi dari masing-masing pasangan untuk kenapa mau gitu'. Ya di situ saya harus menulis bahwa saya KDRT. Kan nggak mungkin, saya nggak melakukan. Itu lho jawabannya," imbuhnya.
 
Awal Konflik

Perseteruan antara Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti bukanlah hal baru.

Benih konflik ini bermula ketika keduanya melangsungkan pernikahan secara diam-diam pada 10 Oktober 2011, saat Aurelie masih berusia 18 tahun.

Pernikahan tersebut sempat ditentang keras oleh orang tua Aurelie.

Beberapa tahun setelah berpisah, Aurelie mulai terbuka kepada publik mengenai pengalaman buruknya.

Ia mengklaim bahwa selama hidup bersama Roby, ia berada di bawah ancaman foto pribadi yang akan disebarluaskan jika ia tidak menuruti kemauan pasangannya.

Aurelie juga menyebut adanya tekanan psikis yang luar biasa, hingga akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke pelukan orang tuanya dan menganggap pernikahan tersebut tidak pernah terjadi secara sah.

Puncaknya, melalui buku 'Broken Strings', Aurelie menuangkan detail luka lama tersebut, yang kemudian memicu Roby untuk melakukan klarifikasi ini guna melindungi nama baiknya.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved