Senin, 27 April 2026

Pembunuhan di Seluma

Breaking News: Warga Tanjung Seru Seluma Tewas Ditikam Tetangga

Diduga Karena Dendam Lama, Warga Tanjung Seru Seluma Tewas Ditikam Tetangga. Pelaku Masih Diburu Polisi

|
Penulis: Yayan Hartono | Editor: Hendrik Budiman
Tribunnews.com/Yayan Hartono
TAK TERTOLONG: Korban Penusukan Haryanto (52) warga Desa Tanjung Seru Kecamatan Seluma Selatan saat diperiksa tim medis RSUD Tais, Jumat malam 28 November 2025. Korban tidak tergolong lagi dan dinyatakan meninggal dunia 

Ringkasan Berita:
  • Haryanto (52), tewas setelah ditikam tetangganya sendiri, Igan (34).
  • Korban mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju RSUD Tais, Jumat (28/11/2025) malam.

 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA- Insiden berdarah terjadi Jumat petang 28 November 2025 sekira pukul 17.00WIB di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu.

Diduga karena dendam lama, warga Desa Tanjung Seru, Kecamatan Seluma Selatan, Haryanto (52), tewas setelah ditikam tetangganya sendiri, Igan (34). 

Korban mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju RSUD Tais akibat luka tikam di bagian leher dan perut kiri yang menyebabkan pendarahan hebat.

Peristiwa tragis ini terjadi tepat di bengkel sepeda motor persis di depan rumah korban.

Informasi yang berhasil dihimpun Tribunbengkulu.com, pelaku datang mengendarai sepeda motor dan langsung menghampiri korban tanpa adanya percakapan maupun pertengkaran terlebih dahulu.

“Pelaku datang naik motor, berhenti di depan rumah korban. Begitu turun, dia langsung menusuk korban. Kejadiannya cepat sekali,” ungkap Ongki, saksi mata yang melihat insiden penusukan tersebut.

Usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri.

Sementara warga yang berada di lokasi berusaha memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD Tais, namun nyawanya tidak tertolong.

Motif penusukan ini diduga kuat dipicu masalah dendam lama antara korban dan pelaku.

Keduanya disebut sudah berselisih sejak beberapa bulan terakhir.

Perselisihan tersebut berkaitan dengan permasalahan tanah, tumpukan sampah, hingga adu mulut yang beberapa kali terjadi.

Bahkan sekitar empat bulan lalu, korban ini sempat melaporkan pelaku ke polisi.

Laporan tersebut atas dugaan penganiayaan karena korban mengaku pernah dipukul oleh pelaku.

Namun laporan itu belum menemukan titik penyelesaian hingga akhirnya konflik kembali memuncak.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved